Lumajang,kabarnusa24.com.Senin,30/9/2024.Kirab Pataka Jer Basuki Mawa Beya dalam rangka memperingati HUT Ke-79 Provinsi Jawa Timur tiba di Kabupaten Lumajang, Sabtu,29/9/2024. Sebelumnya, devile Pataka menempuh perjalanan dari Kabupaten Jember.
Kirab Pataka 2024 mengusung tema “Sigap Pilkada Damai Jawa Timur 2024”, karena bertepatan dengan momen persiapan Pilkada Serentak yang akan digelar 27 November 2024 mendatang. Kedatangan kirab disambut sekaligus diiringi pertujukan kesenian tradisional antara lain tari topeng Kaliwungu, jaran slining, dan reog.
Prosesi serah terima Pataka diawali dengan penyerahan Pataka Jer Basuki Mawa Beya oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Jember, Bambang Saputro, kepada Pj. Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, kemudian diestafetkan kepada Plt. Kasatpol PP Kabupaten Lumajang, Hindam Adri Abadan. Serta, dilanjutkan dengan penyerahan pataka Praja Wibawa, Yudha Bramajaya dan Satlinmas. Serta penyerahan Ribka Prasasti dari petugas Satpol PP Kabupaten Jember kepada petugas Satpol PP Kabupaten Lumajang.
BACA JUGA: *Resmikan Ekshibisi Tanah Ulayat, Menteri AHY Harap Dapat Satukan Visi Sukseskan Pendaftaran Tanah Ulayat di Indonesia dan ASEAN* Bandung - Mengawali rangkaian International Meeting on Best Practices of Ulayat Land Registration in Indonesia and ASEAN Countries, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meresmikan Ekshibisi Tanah Ulayat yang digelar di The Trans Luxury Hotel, Bandung, Rabu (04/09/2024). "Kita sama-sama melihat ekshibisi atau pameran dari stakeholders untuk menyatukan visi dan semangat kita menyukseskan program registrasi tanah ulayat yang ada di Indonesia dan juga di ASEAN countries," kata Menteri AHY dalam sambutannya. Ekshibisi yang berlangsung selama empat hari ini diikuti sejumlah perwakilan Masyarakat Hukum Adat. Beberapa di antaranya perwakilan Masyarakat Hukum Adat Baduy, Kampung Naga, Dayak Iban Sungai Itik, Dayak Menua Kulan, Dayak Sami, Kerapatan Adat Nagari (KAN) Tanjung Bonai, Mukim Siem, Mukim Seulimeum, Kota Sungai Penuh, dan Desa Adat Asah Duren. Diharapkan, momen ini menjadi kesempatan bagi Masyarakat Hukum Adat di Indonesia untuk dapat menunjukkan keragaman budaya yang mereka miliki. Hal ini juga sebagai sarana agar Kementerian ATR/BPN di setiap wilayah dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk bisa membantu menyosialisasikan dan membantu pelaksanaan pendaftaran tanah ulayatnya. Usai meresmikan ekshibisi, Menteri AHY meninjau stan pameran dari masing-masing daerah. Ia pun disambut meriah oleh penampilan budaya dari Suku Baduy hingga Papua. Sembari berdialog dengan para peserta, Menteri AHY melihat berbagai produk yang dihasilkan dari setiap suku. Peninjauan ekshibisi diakhiri Menteri AHY dengan menandatangani lukisan yang merupakan cover dari Buku "Cerita Tanah Ulayat Hari Ini" yang ditulis oleh tim Direktorat Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (Ditjen PHPT). Hadir dalam kesempatan ini, sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN. Hadir pula, perwakilan Duta Besar negara-negara ASEAN untuk Indonesia; Lembaga Pertanahan Luar Negeri se-Asia Tenggara antara lain perwakilan National Committee of Indigenous People (NCIP) Filipina, perwakilan Department of Agriculture Land Management (DALAM) Ministry of Agriculture and Forestry of Laos, perwakilan CSO; perwakilan Office of the National Land Policy Board Thailand; dan perwakilan Department of Land Thailand. (LS/PHAL) #AHYMenteriATR #KementerianATRBPN #MelayaniProfesionalTerpercaya #MajuDanModern #MenujuPelayananKelasDunia #SetiapKitaAdalahHumas #SetiapKitaAdalahAmbassador Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional X: x.com/kem_atrbpn Instagram: instagram.com/kementerian.atrbpn/ Fanpage facebook: facebook.com/kementerianATRBPN Youtube: youtube.com/KementerianATRBPN TikTok: tiktok.com/@kementerian.atrbpn Situs: atrbpn.go.id PPID: ppid.atrbpn.go.id
Pj. Bupati Lumajang yang bertindak sebagai inspektur upacara membacakan Ripta Prasasti yang berisi pesan singkat dari Pj. Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono yang ditulis di daun lontar. Isi dari Ripta Prasasti tersebut, Pj. Gubernur Jawa Timur mengajak seluruh pimpinan daerah untuk menjaga sinergitas dan kolaborasi dalam membangun kemajuan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.
“Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI adalah harga mati yang harus dijaga dan dilindungi oleh segenap jiwa dan raga. Sinergitas dan kolaborasi adalah kunci keberhasilan pembangunan menuju kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Optimis Jatim bangkit, Jawa Timur maju, Indonesia maju. Dirgahayu Provinsi Jawa Timur,” ungkapnya.
Usai melaksanakan upacara serah terima, Indah Wahyuni menjelaskan, Kabupaten Lumajang menjadi etape yang ke – 11 dalam Kirab Pataka Jer Basuki Mawa Beya.
Selanjutnya, ia juga mengucapkan terima kasih atas sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lumajang dengan Bea Cukai Probolinggo yang sudah mendukung acara Kirab Pataka Jer Basuki Mawa Beya yang dikemas dalam rangkaian Gelar budaya dan Gempur Rokok ilegal.
“Mudah-mudahan ini bukan hanya sebagai simbol, tetapi ini juga sebagai penyemangat bagi kita antara Provinsi Jawa Timur juga dengan pemerintah kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur. Terima kasih kepada Kasatpol PP Provinsi Jawa Timur dan Forkopimda Kabupaten Lumajang,” pungkasnya.
Pataka Jer Basuki Mawa Beya dan berbagai Pataka lainnya, serta Bendera Logo Hari Jadi ke-79 Provinsi Jawa Timur akan bermalam di Pendopo Arya Wiraraja Kabupaten Lumajang, untuk selanjutnya diberangkatkan besok pagi menuju kabupaten/kota selanjutnya.
Kirab tersebut nantinya akan berlangsung secara estafet melalui 38 kabupaten/kota di seluruh Jawa Timur, sebagai simbol persatuan dan kebangkitan daerah.(D.S)
Post Views: 5