Hiburan

Permainan Tradisional, Main Layang-Layang yang Mulai Terlupakan 

33
×

Permainan Tradisional, Main Layang-Layang yang Mulai Terlupakan 

Sebarkan artikel ini
Permainan Tradisional, Main Layang-Layang yang Mulai Terlupakan 

KabarNusa.com || Bekasi – Kampung Cikoronjo desa Sindangmulya Kecamatan Cibarusah Kabupaten Bekasi, sejumlah anak-anak dan remaja bermain layang-layang di tanah kosong. Mereka terlihat sangat gembira dan menikmati permainan tradisional ini.

“Main layang-layang itu menyenangkan banget! Kita bisa bermain di luar,” kata Raka, salah satu anak yang bermain layang-layang. Minggu (27/7/2025)

Warga setempat, Siti, yang sedang menemani anaknya bermain layang-layang mengatakan, bahwa main layang-layang adalah permainan tradisional yang sangat penting untuk dilestarikan.

“Main layang-layang itu bisa membantu mengembangkan kreativitas dan keterampilan motorik anak-anak. Selain itu, permainan ini juga bisa membuat anak-anak lebih dekat dengan alam,” kata Siti.

Main layang-layang, salah satu permainan tradisional yang sudah mulai terlupakan di kalangan anak-anak modern. Permainan ini dulunya sangat populer di kalangan anak-anak Indonesia, tetapi sekarang sudah mulai jarang dimainkan.

Main layang-layang adalah permainan yang menggunakan layang-layang yang terbuat dari kertas atau plastik yang diterbangkan di udara menggunakan benang. Permainan ini sangat menyenangkan dan dapat membantu mengembangkan kreativitas dan keterampilan motorik anak-anak.

Namun, mengapa main layang-layang mulai terlupakan? Berikut adalah beberapa faktor yang mungkin menyebabkan permainan layang-layang mulai terlupakan:

1. Perkembangan teknologi : Anak-anak modern lebih suka bermain dengan gadget dan teknologi canggih daripada bermain dengan permainan tradisional seperti main layang-layang.

2. Kurangnya waktu luang : Anak-anak modern memiliki jadwal yang padat dengan kegiatan sekolah dan ekstrakurikuler, sehingga mereka tidak memiliki waktu luang untuk bermain main layang-layang.

3. Tanah lapang yang berkurang : Permainan tradisional seperti main layang-layang tidak dapat dimainkan di permukiman warga karena ada beberapa faktor diantaranya jika ada benang putus membahayakan warga.

4. Perubahan gaya hidup : Gaya hidup anak-anak modern yang lebih urban dan indoor membuat mereka lebih suka bermain di dalam ruangan daripada bermain di luar ruangan seperti main layang-layang.

Tapi di beberapa daerah di Indonesia, seperti Bali, Banyuwangi, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Selatan, permainan layang-layang masih sangat dijaga dan dilestarikan.

Di Bali, permainan layang-layang atau “melayangan” adalah tradisi yang dijaga oleh komunitas dan memiliki festival tahunan. Begitupula di Banyuwangi, festival layang-layang menjadi ajang untuk melestarikan budaya.

Sementara di Sulawesi Tenggara, khususnya Pulau Muna, dikenal dengan layang-layang purba “Kaghati Kolope” yang terbuat dari daun kolope dan menjadi salah satu daya tarik wisata dan dijadikan sebagai ekonomi kreatif. Selain itu, Kalimantan Selatan juga memiliki tradisi layang-layang yang disebut “dandang” dan diperlombakan. (Ww)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin