Jakarta, kabarnusa24.com
Staf Tenaga Ahli Menteri Pekerjaan Umum (PU) bidang media, Arbie Marwan Putra (AMP) menuai protes setelah melontarkan pernyataan yang dinilai melecehkan profesi wartawan. Ia sempat menyebut wartawan meliput karena berharap amplop.
Ucapan itu disampaikan AMP di forum terbuka Grup WhatsApp wartawan Kemen PU yang beranggotakan sekitar 80 media pada Selasa (02/09/25). Berawal mula dari obrolan hanya soal undangan liputan peninjauan jalan tol rusak akibat demo hari ini. Tidak semua media diundang. Beberapa wartawan menanggapinya dengan guyon, ‘wah gue nggak diundang’ atau ‘wah haram hukumnya kalau nggak diundang, datang’.
Namun AMP menanggapi dengan pernyataan yang dianggap tidak pantas. Ia menyebut bila jurnalis hanya meliput karena undangan, sama saja membatasi diri dan kemerdekaannya. Bahkan menyinggung seolah wartawan meliput karena berharap amplop. Pernyataan itu memicu reaksi keras. Wartawan menilai ucapan AMP melecehkan profesi yang dilindungi UU Pers.
Dikatakan Novi, wartawan senior dari Suara Karya menegaskan, pernyataan AMP merupakan penghinaan. “Terlebih disampaikan di forum WA group,” ujarnya.
Wartawan yang bertugas di PU ini menjelaskan, liputan seremonial memang harus melalui undangan resmi, berbeda dengan liputan demo yang wartawan pasti turun tanpa undangan. Beberapa wartawan lain juga menyayangkan sikap AMP. Mereka khawatir ucapan itu merusak hubungan baik yang sudah terjalin antara media dan Kemen PU.
“Saya berharap Menteri PU memberi perhatian khusus dan mengevaluasi kinerja TA-nya . Keberadaan staf ahli adalah corong resmi suara menteri. Kalau tidak segera dibenahi, ini bisa mencoreng citra menteri. Kasus DPR harus jadi pelajaran. Etika komunikasi harus dijaga,” ujarnya.
Menanggapi polemik tersebut, Staf TA Menteri PU bidang media, AMP akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf. Ia menegaskan tidak ada maksud menyinggung siapapun.
“Yang saya sampaikan hanyalah penegasan bahwa kami tidak pernah membatasi tugas jurnalistik sebagaimana diatur dalam UU Pers. Kami selalu berkomitmen menjunjung tinggi kebebasan pers, dan kawan-kawan jurnalis tetap dipersilakan meliput,” ujarnya.
AMP mengakui pernyataannya bisa saja menimbulkan salah tafsir. “Jika penyampaian saya tadi dirasa menyinggung atau melukai, dengan tulus saya mohon maaf,” katanya.
Anak buah Menteri Dody ini kembali meminta maaf atas penyataan tersebut. “Semoga Allah SWT menjaga silaturahmi kita, mempererat persaudaraan, dan memudahkan langkah kita untuk terus berkolaborasi dengan baik,” tandasnya.(Tile)







