Opini

Menyoroti Rencana Program Asuransi Pertanian di Kabupaten Bekasi, Tidak Linier dengan LP2B dan Bukan Sebuah Inovasi Pertanian

46
×

Menyoroti Rencana Program Asuransi Pertanian di Kabupaten Bekasi, Tidak Linier dengan LP2B dan Bukan Sebuah Inovasi Pertanian

Sebarkan artikel ini
Menyoroti Rencana Program Asuransi Pertanian di Kabupaten Bekasi, Tidak Linier dengan LP2B dan Bukan Sebuah Inovasi Pertanian

Oleh: Suhaeb Rizal, (Pimpinan Redaksi Media Online Kabarnusa24.com)

BEKASI,- Setelah ditetapkannya LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) di Kabupaten Bekasi beberapa bulan lalu, yang merupakan harapan besar petani dalam mempertahankan zona lahan pertanian yang jelas, kini Pemerintah Kabupaten Bekasi kembali menyodorkan Usulan Program Asuransi Pertanian yang diprioritaskan untuk keperluan claim ganti rugi gagal tanam termasuk gagal panen.

Kita ketahui bersama bahwa hamparan luas pertanian diKabupaten Bekasi dalam beberapa pemberitaan media menyebutkan 35.000 H – 56.000 Ha. Jumlah areal pesawahan yang masih produktif ini diperkirakan dapat mememenuhi kebutuhan seluruh masyarakat bekasi tanpa harus menyetok dari daerah lain.

Upaya untuk memberikan asuransi kepada petani yang nantinya mengalami gagal tanam dan panen ini, baik dari mulai tanam benih sampai perawatan dikalkulasikan nilainya dalam setiap hektar.

Terobosan dari usulan program ini bagus dan sangat menguntungkan petani karena dalam resiko pekerjaan usaha pertanian akan dijamin oleh asuransi dari setiap kerugian yang dialami petani.

Namun, usulan ini juga menuai kontroversi dari beberapa kalangan masyarakat yang dipandang kurang proposional untuk direalisasikan.

Dalam kontek ini kita tidak mengangkat berapa anggaran yang diperlukan untuk memenuhi biaya asuransi yang dapat diclaim oleh para petani atau berapa anggaran yang dibutuhkan Pemerintah Kabupaten Bekasi, dalam merealisasikan program ini, tapi lebih kepada efektifitas dan tepat guna dalam inovasi pertanian.

Ya, ini tentunya bukan sebuah inovasai tapi ini merupakan perhatian yang sifatnya tidak perlu dilakukan, kenapa? Bukan hal yang tabu mengenai Asuransi banyak sekali masalah yang terjadi.

Karena, Asuransi yang sudah adapun begitu sulit diclaim dalam pengajuannya lebih-lebih asuransi kesehatan, karena rentan adanaya permainan data sehingga membuka peluang manipulasi dan korupsi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kembali lagi, pada Ausransi Pertanian bagi petani yang nantinya terdampak “Force Major” bayangkan kalo ini terjadi berapa claim asuransi yang harus diselesaikan dan berapa banyak anggaran yang dikeluarkan untuk asuransi tersebut, sangat mengerikan.

Berangkat dari hal tersebut seharusnya Pembangunan Pertanian tetap berpedoman kepada Infrastruktur Pengairan dan Teknologi tepat guna yang sejalan dengan cita-cita LP2B.

(Red)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin