Oleh : Sutriachol Haris, Lc
Kabarnusa24.com,- Sejarah hubungan Indonesia dengan Mesir secara kenegaraan dan hubungan pribadi dua tokoh yang melekat amat sangat baik, selain hubungan bilateral dan multilateral diantara dua pemimpin negara yakni mereka berdua, Presiden Soekarno dan Presiden Republik Arab Mesir Jamal Abdul El Nashir di masanya
Hubungan kerja sama diantara kedua negara dari pendidikan pertukaran pelajar, perdagangan, politik, hingga menjaga komunikasi diplomasi dua arah untuk dunia secara luas dengan baik.
Tak lupa di Mesir banyak tentara dan polisi keamanan mereka hingga menggunakan roda dua motor – motor jadul dari Indonesia era Soekarno. Begitu tak sedikit di Indonesia pun bermacam motor – motor jadul kini selalu ikonik dan memiliki nilai klasik tinggi. Itulah bagian kisah kedekatan diantara Soekarno dan Jamal Abdul El Nashir.
Konferensi Asia Afrika KAA 1955 di Bandung memprakarsai titik sejarah paling keren selain gagasan Presiden Soekarno pada Konferensi Islam Asia Afrika KIAA 1965.
Dalam sejarah dan dampak global, bangsa Indonesia dimana para pemimpin negara – negara menyuarakan dan memperjuangkan hak merdeka dan kemerdekaan, selain memperkuat solidaritas sesama antarbangsa bagi wujud perdamaian dunia.
Salah satu negara yang hadir dalam Konferensi Asia Afrika adalah juga seperti negara Palestina
Ketika itu salah satu topik yang menjadi bahasan para pemimpin dunia dan delegasinya yang tergabung dalam KTT Konferensi Asia Afrika, yakni tak luput genosida tingkah membandel zionis Israel.
Sebagiamana hal Tersebut telah menjadi lembaran sejarah panjang, baik dalam Alquran, Al kitab juga lainnya, di dalam KTT perdamaian dan peradaban dunia mulai dari OKI hingga Majelis Umum PBB.
Presiden Prabowo Subianto berperan dalam kontribusi diplomasinya baik pandangan dan sikap tegas politik luar negerinya, maka pantaslah menjadi wujud apresiasi raktyat Indonesia dan di mata dunia.
Kegiatan KTT Konferensi damai ‘Peace 2025’ sebagiamana pertemuan tersebut dilaksanakan di Bali nya Mesir Yakni Sharm El Syeikh.
Para pemimpin negara menyaksikan dengan penuh kehangatan dan keakraban dalam perjanjian damai di Mesir.
Indonesia berdiri berperan diplomasi aktifnya
“Perdamaian – perdamaian” semoga menjadi damainya dunia dalam skala permanen dan jangka panjang.
Hal mutlak bagi kemerdekan sebuah negara dan rakyat Palestina dari berbagai macam bentuk dan tindakan genosida, kejahatan perang brutal zionis Israel.
Absolut sejatinya bagi kedua negara, Palestina dan Israel untuk dapat hidup satu sama lain saling hidup berdampingan.
(Red)







