Daerah

Musyawarah Kerja PMI ( Muskerkab) : Peningkatan Kinerja serta Evaluasi 

11
×

Musyawarah Kerja PMI ( Muskerkab) : Peningkatan Kinerja serta Evaluasi 

Sebarkan artikel ini
Musyawarah Kerja PMI ( Muskerkab) : Peningkatan Kinerja serta Evaluasi 
oplus_16

Musyawarah Kerja PMI ( Muskerkab) : Peningkatan Kinerja serta Evaluasi

 

Lumajang,kabarnusa24.Com.Senin,22/12/2025.Palang Merah Indonesia (PMI) Lumajang menggelar Musyawarah Kerja (Muskerkab) Tahun 2025 di Aula warung Apung,Jalan Sukarno -Hatta, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang,Jawa Timur.

Musyawarah ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja tahun sebelumnya serta merancang program kerja PMI Lumajang ke depan, khususnya dalam upaya pemenuhan kebutuhan darah di Kabupaten Lumajang.

Kegiatan tersebut dihadiri Forkominda, peserta musyawarah 50 peserta se -Kabupaten Lumajang.

Ketua PMI Lumajang Budi Santoso,S.H,M.Si mengungkapkan bahwa “Meskipun PMI tidak selalu hadir secara langsung di setiap kegiatan masyarakat, peran dan kontribusinya tetap dirasakan luas. Ia menegaskan bahwa PMI Lumajang selalu berkoordinasi dengan relawan di lapangan, seperti desa Supiturang(Tangguh Bencana) bahkan di daerah yang terdampak bencana.

“PMI memang tidak terlibat langsung, namun perannya bisa dirasakan sesuai tugas dan fungsinya,” ujar Budi.

Budi juga mengakui bahwa sebagian besar pengurus PMI Lumajang saat ini merupakan lansia. Namun, semangat dan dedikasi mereka tetap tinggi dalam mendukung kegiatan sosial, terutama donor darah yang menjadi program utama.

PMI Lumajang secara rutin menggelar donor darah empat kali dalam setahun, dengan target 20–30 kantong darah setiap kali kegiatan. Kegiatan ini diselenggarakan secara gratis dan mendapatkan respons yang cukup baik dari masyarakat. Ke depan, PMI Lumajang diharapkan dapat meningkatkan kontribusinya dalam memenuhi kebutuhan darah di Kabupaten Lumajang yang mencapai 3.000 kantong per bulan.

“Donor darah ini terutama ditujukan untuk membantu kasus ibu hamil. Satu hari, PMI Kabupaten Lumajang bisa melayani kegiatan donor darah di tiga lokasi berbeda.

Budi, menilai bahwa Muskerkab PMI ini menjadi ajang evaluasi serta pemetaan potensi pendonor di wilayah Lumajang. Ia mendorong peningkatan partisipasi masyarakat melalui strategi publikasi dan edukasi yang lebih masif.

Budi juga mengatakan pencapaian yang telah diraih salah satunya berhasil meraih akreditasi Paripurna oleh Unit Donor Darah PMI.

 

“Ini merupakan pengakuan bahwa layanan transfusi darah telah memenuhi standar mutu yang tinggi baik dari segi kualitas pelayanan maupun pengelolaan manajemennya,” ujarnya

 

Selain itu, apresiasi yang tinggi terhadap Markas PMI Kabupaten Lumajang yang telah melaksanakan penanggulangan bencana gunung Semeru dengan kolaborasi instansi setempat dan berbagai pihak.

 

Mulai dari menyalurkan bantuan logistik, menyediakan layanan shelter, promosi kesehatan, layanan dukungan psikososial serta program bantuan non tunai bagi warga terdampak. PMI Kabupaten Lumajang menekankan pentingnya inovasi dalam layanan kemanusiaan, penguatan kapasitas relawan, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam program PMI.

 

“Saya selaku ketua berharap setelah terlaksananya musyawarah kerja ini, di tahun 2025 kita dapat terus memperkuat pelayanan dan peran PMI di Kabupaten Lumajang .Dengan semangat gotong-royong, PMI Kabupaten Lumajang optimis dapat memberikan kontribusi dalam bidang kemanusiaan untuk warga masyarakat Kabupaten Lumajang,” tegasnya.

“Keterkaitan orang yang membutuhkan darah di PMI melalui rumah sakit itu harus mengganti sebesar Rp.450.000,- sedangkan yang selalu mendonorkan darah tiap tiga bulan sekali jika membutuhkan darah tidak di pungut biaya sama sekali,sedangkan untuk kerabat hanta nengganti separuhnya,” tandas Budi

 

Budi menambahkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan di Kabupaten Lumajang, PMI dapat mendirikan klinik kesehatan dan donor darah namun tetap melakukan kajian-kajian akademis serta evaluasi yang mendalam.(D.S)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin