FPTSL ( Forum Perguruan Tinggi Swasta Lumajang) :Mengadakan Sarasehan Akhir Tahun
Lumajang,kabarnusa24.Com.Rabu,24/12/2025. Universitas Lumajang (UNILU ) merupakan penyelenggara -nya FPTSL ( Forum Perguruan Tinngi Swasta Lumajang ) sarasehan akhir tahun dengan tema “Memperkuat Tata Kelola Ketahanan Sosial dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Lumajang” Acara ini dihadiri oleh 100 dosen dari 10 civitas akademik. Sarasehan ini menjadi bagian integral dari agenda tahunan , yang kali ini difokuskan pada refleksi kerjasama perguruan swasta di kabupaten Lumajang.Bertempat di Pendopo Arya Wiraraja,Jalan Alun-alun.Rabu,23/12/2025.
Ketua Panitia Sarasehan, Dr. M. H. Eko Romadon, S.Sos, M.Si, mengungkapkan bahwa”Agenda tersebut akan melibatkan 100 orang dosen dari 10 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Lumajang.
Para peserta terdiri dari perwakilan lima kampus di bawah naungan LLDIKTI, yakni Universitas Lumajang, STIH Jenderal Sudirman, STKIP PGRI Lumajang, ITB Widya Gama, dan STKIP Muhammadiyah.Barat yang di hadiri oleh seluruh perguruan tinggi swasta.
Sementara lima kampus lainnya berasal dari lingkungan Kopertais, seperti STIT Muhammadiyah, IAIN Banyuputih, STAI Bustanul Ulum Lumajang, STIT MIDA, dan Universitas Islam Syarifuddin (UNISYA) Lumajang.
Dalam pelaksanaannya nanti, para dosen akan dibagi ke dalam kelompok -kelompok diskusi berfokus (Focus Group Discussion )
“Rencananya kita akan membedah 10 isu strategis yang merujuk pada visi-misi Bupati Lumajang,” jelas Eko
Eko menambahkan Isu-isu tersebut sebelumnya telah dirumuskan dan disampaikan oleh Kepala Bappeda Kabupaten Lumajang kepada panitia.
Pembahasan akan dilakukan sesuai dengan kepakaran, keahlian, dan bidang keilmuan masing-masing dosen terhadap 10 isu strategis tersebut,” ungkap Eko
Dari hasil sarasehan tersebut, nantinya diharapkan tidak hanya menjadi catatan refleksi, tetapi juga menghasilkan solusi alternatif atas berbagai permasalahan yang dihadapi daerah Kabupaten Lumajang.
Rekomendasi berupa dokumen itu, nantinya akan diserahkan secara resmi kepada Bupati Lumajang, sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan di masa yang akan datang,” tandas Eko.
“Kolaborasi adalah kunci. Perguruan tinggi yang kuat bukanlah yang berjalan paling cepat, tetapi yang mampu membawa banyak pihak tumbuh bersamanya. Karena itu, sarasehan ini diharapkan menjadi wadah terbuka untuk membangun jejaring yang saling mendukung, antara yayasan, rektor, dan pemangku kebijakan pendidikan tinggi.( D.S)







