Daerah

PPSI Jawa Barat Siapkan Program Strategis 2026, Dari Kompetisi Hingga Digitalisasi Pencak Silat

14
×

PPSI Jawa Barat Siapkan Program Strategis 2026, Dari Kompetisi Hingga Digitalisasi Pencak Silat

Sebarkan artikel ini
PPSI Jawa Barat Siapkan Program Strategis 2026, Dari Kompetisi Hingga Digitalisasi Pencak Silat

BANDUNG – Persatuan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PPSI) Provinsi Jawa Barat resmi menetapkan langkah strategis untuk memajukan seni bela diri tradisional di tahun 2026. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPW PPSI Jawa Barat H Dadang Hermansyah yang baru saja dilantik dalam sebuah sesi wawancara di gedung kebudayaan Sabtu 17/01/2026

PPSI Jawa Barat Siapkan Program Strategis 2026, Dari Kompetisi Hingga Digitalisasi Pencak Silat

PPSI Jawa Barat telah menyusun rangkaian kegiatan rutin dan inovatif untuk memperkuat eksistensi organisasi dan para anggotanya. Beberapa program unggulan yang akan dilaksanakan antara lain:

Pasanggiri: Kompetisi seni pencak silat sebagai ajang pelestarian budaya.

Pelatihan Juri: Peningkatan kualitas SDM untuk standarisasi penilaian.

Silat Camp: Wadah pembinaan intensif bagi para pesilat.

Apel Akbar: Rencananya akan digelar di Pusdik sajen (Pusat Pendidikan Ajudan Jenderal) sebagai ajang silaturahmi pendekar se-Jawa Barat pasca Lebaran.

Salah satu kabar menggembirakan adalah adanya “lampu hijau” dari pihak TNI melalui Danpusdikajen. PPSI Jawa Barat berencana melakukan koordinasi formal agar para anggota PPSI yang berprestasi dapat memperoleh kuota atau jalur khusus dalam rekrutmen TNI.

“Kami akan bersurat dan berkoordinasi terkait gagasan usulan jalur prestasi agar anak-anak PPSI bisa masuk TNI melalui jalur tersebut, tentu dengan tetap mengikuti prosedur yang berlaku,” ujar Dadang

Meskipun pencak silat adalah budaya tradisional, PPSI Jabar berkomitmen untuk menerapkan manajemen organisasi yang modern. Salah satu terobosan yang disiapkan adalah “Pencak Silat Digital”.

“Pelestarian budayanya tradisional, tapi pengelolaan manajemennya harus mengikuti zaman atau kekinian,” tegasnya.

Menutup wawancara, Ketua PPSI Jabar menjelaskan filosofi organisasi yang berakar pada kata “Budi”. Menurutnya, “Budi” mencerminkan akhlak, perilaku, dan kebersihan hati. Ia menekankan pentingnya para pesilat memiliki hati yang baik agar organisasi ini benar-benar memberikan manfaat luas bagi masyarakat.***

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin