Daerah

Sinergi dan Toleransi Menjadi Fokus Utama MUI Jawa Barat Periode 2025-2030

7
×

Sinergi dan Toleransi Menjadi Fokus Utama MUI Jawa Barat Periode 2025-2030

Sebarkan artikel ini
Sinergi dan Toleransi Menjadi Fokus Utama MUI Jawa Barat Periode 2025-2030
Oplus_131072

BANDUNG – Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menetapkan sejumlah agenda strategis untuk masa khidmat 2025-2030. Fokus utama kepengurusan kali ini adalah memperkuat kerukunan antarumat beragama dan meningkatkan kepedulian terhadap isu lingkungan hidup di wilayah Jawa Barat.

 

Anggota Dewan Pertimbangan MUI Jawa Barat, Prof. Dr. Endang Komara, M.Si menekankan pentingnya membangun toleransi yang lebih terukur dan harmonis. Menurutnya, MUI harus mampu menyelaraskan berbagai aliran pemikiran agar perbedaan yang ada tidak menjadi pemecah belah, melainkan sebuah hikmah bagi umat.

 

“Jawa Barat adalah provinsi besar dengan populasi hampir 49 juta jiwa. Keberhasilan MUI dalam menjaga kondusivitas di sini harus menjadi tolok ukur bagi provinsi lain di Indonesia,” ujar Prof. Endang dalam keterangannya.

 

Soroti Isu Lingkungan

Selain urusan keagamaan, MUI Jawa Barat juga memberikan perhatian serius pada kelestarian alam. Belajar dari rangkaian bencana banjir bandang yang terjadi di berbagai daerah seperti Aceh, Padang, Sumatera Utara, hingga Kabupaten Bandung Barat, MUI mengajak masyarakat untuk lebih menjaga lingkungan.

 

Prof Endang berharap lingkungan dapat terus terpelihara dengan baik agar tidak menimbulkan musibah di masa depan.

Hal ini sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat yang mendorong MUI untuk terus memberikan pengarahan kepada umat mengenai pentingnya keseimbangan antara kehidupan beragama dan kepedulian sosial-lingkungan.

 

Harapan untuk Kepemimpinan Baru

Di bawah kepemimpinan Prof. Dr. K.H. Aang Abdullah Zein, MUI Jawa Barat diharapkan dapat terus melangkah maju dan menjaga sinergi yang kuat dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Insya Allah, di bawah kepemimpinan Prof. Dr. KH Aang, MUI Jawa Barat akan tetap maju dan terus bersinergi, terutama untuk memberikan pengarahan agar toleransi umat tetap terjaga,” pungkas Prof. Endang.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin