BeritaDaerah

Plt Bupati Bekasi Pastikan Stok dan Harga Pangan di Pasar Tradisional Aman Jelang Idul Fitri 1447 H

14
×

Plt Bupati Bekasi Pastikan Stok dan Harga Pangan di Pasar Tradisional Aman Jelang Idul Fitri 1447 H

Sebarkan artikel ini
Plt Bupati Bekasi Pastikan Stok dan Harga Pangan di Pasar Tradisional Aman Jelang Idul Fitri 1447 H

BEKASI,– Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja bersama unsur Forkopimda melakukan pemantauan harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok dan penting (bapokting) selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah di Pasar Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kamis (05/03/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan stok pangan tetap tersedia serta harga di pasar tradisional masih dalam kondisi terkendali.

Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja mengatakan berdasarkan hasil pengecekan langsung di lapangan, sebagian komoditas bahan pokok mengalami kenaikan harga. Namun demikian, kondisi tersebut masih dalam batas wajar karena dipicu oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan.

“Setelah kita cek, ada beberapa barang yang naik karena kebutuhan masyarakat meningkat. Tapi sampai saat ini tidak ada barang yang langka, semuanya masih tersedia di pasar,” ujar Asep.

Ia menjelaskan sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain cabai, gula, telur, serta daging. Komoditas tersebut merupakan kebutuhan yang paling banyak digunakan masyarakat sehingga permintaannya meningkat selama bulan Ramadan.

“Yang cukup signifikan itu cabai. Harganya sekitar Rp45 ribu sampai Rp100 ribu per kilogram. Kalau yang lain kenaikannya relatif kecil, hanya sekitar Rp2 ribu sampai Rp3 ribu,” katanya.

Asep menegaskan kenaikan harga yang terjadi bukan disebabkan oleh kelangkaan barang, melainkan karena meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

BACA JUGA:  Apel Gelar Pasukan Oprasi Zebra Krakatau 2025 Resmi Dimulai, Fokuskan Penindakan 8 Pelanggaran Utama Lampung Utara - Polres Lampung Utara secara resmi menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Krakatau 2025 pada Senin (17/11)25). Kegiatan yang berlangsung di halaman Mapolres Lampung Utara ini menjadi tanda dimulainya operasi kepolisian terpusat yang akan berlangsung selama dua pekan, mulai 17 hingga 30 November 2025, dengan fokus meningkatkan disiplin dan keselamatan berlalu lintas masyarakat. Upacara gelar pasukan dipimpin oleh Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan dan dihadiri jajaran Forkopimda, pejabat utama dan diikuti oleh seluruh personel yang terlibat dalam operasi, termasuk perwakilan dari unsur TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Jasa Raharja serta berbagai elemen masyarakat. Dalam amanatnya, Kapolres Lampung Utara menyampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Zebra tahun ini menitikberatkan pada langkah preventif, preemtif, dan penegakan hukum secara selektif prioritas. “Operasi Zebra Krakatau 2025 tidak hanya berfokus pada penindakan pelanggaran, tetapi juga mengedepankan edukasi kepada masyarakat. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap, melalui operasi ini, angka pelanggaran dan kecelakaan di Lampung Utara dapat ditekan secara signifikan,” tegas Kapolres. Operasi Zebra Krakatau 2025 mengutamakan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas yang dinilai paling sering menyebabkan kecelakaan. Di Polres Lampung Utara, terdapat delapan sasaran pelanggaran prioritas yaitu, Pengendara menggunakan handphone saat berkendara, Pengendara dalam pengaruh alkohol, Pengemudi di bawah umur, Pengendara yang melawan arus, Pengendara berboncengan lebih dari satu orang, Pengemudi melebihi batas kecepatan, Pengemudi tidak menggunakan helm atau safety belt dan Pengendara membawa muatan over dimension dan over load (ODOL). Pelanggaran-pelanggaran tersebut dinilai sebagai faktor pemicu kecelakaan paling tinggi, terutama di jalur utama Lampung Utara yang dikenal ramai dan dilintasi kendaraan berat. Kapolres Lampung Utara menyampaikan bahwa pihaknya akan menempatkan personel di titik-titik rawan kecelakaan, seperti Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum), kawasan perkotaan, persimpangan padat, serta sekitar area sekolah. “Selain melakukan penindakan, kami juga menggelar sosialisasi langsung di jalan, menyebar brosur imbauan, hingga memberikan edukasi ke sekolah-sekolah yang rawan terdapat pengemudi pemula atau pengendara di bawah umur,” jelasnya. Dalam pelaksanaan Operasi Zebra Krakatau 2025 ini, Kapolres menegaskan bahwa seluruh personel harus mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan. “Kami tidak ingin operasi ini dipandang sebagai kegiatan mencari-cari kesalahan masyarakat. Justru kami ingin membangun budaya tertib melalui pendekatan persuasif dan edukatif. Namun untuk pelanggaran fatal, petugas wajib bertindak tegas,” ujar Kapolres. Selain itu, pemantauan juga dilakukan melalui patroli rutin dan patroli mobile untuk mengantisipasi pelanggaran pada jam-jam tertentu, seperti pagi hari saat aktivitas sekolah dan sore hari di kawasan pasar.(ris/arson)

“Kalau dilihat dari ketersediaan barang, semuanya ada dan aman. Jadi bukan karena langka, tetapi karena kebutuhan masyarakat yang meningkat selama Ramadan,” jelasnya.

Untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran, Pemerintah Kabupaten Bekasi akan melakukan intervensi melalui berbagai langkah, salah satunya dengan pelaksanaan operasi pasar.

“Kita akan mengadakan operasi pasar. Saat ini kita juga turun langsung ke pasar untuk melihat barang-barang apa saja yang mengalami kenaikan, sehingga bisa segera dilakukan langkah penanganan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Barang Kebutuhan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Helmi Yenti menyampaikan bahwa secara umum ketersediaan bahan pokok selama Ramadan masih dalam kondisi aman dan terkendali.

“Untuk ketersediaan stok bahan pokok di wilayah Kabupaten Bekasi selama bulan Ramadan masih aman. Hanya saja karena permintaan masyarakat meningkat, ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga,” ujarnya.

Ia menyebut komoditas yang mengalami kenaikan harga di antaranya cabai rawit merah, telur, serta daging sapi. Meski demikian, beberapa komoditas lain justru mulai menunjukkan penurunan harga dalam beberapa waktu terakhir.

“Daging ayam misalnya, sebelumnya sempat di angka Rp45 ribu per kilogram, sekarang sudah turun ke sekitar Rp40 ribu. Sementara daging sapi juga kembali ke harga acuan pembelian sekitar Rp140 ribu per kilogram,” jelas Helmi.

Menurutnya, kenaikan harga cabai rawit dipengaruhi oleh pasokan dari daerah produsen yang mengalami kendala produksi akibat cuaca ekstrem sehingga sebagian petani mengalami gagal panen.

“Kita bukan wilayah produsen cabai. Biasanya pasokan berasal dari Garut, namun di sana ada kendala cuaca ekstrem sehingga produksi berkurang dan berdampak pada harga,” katanya.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga lebih lanjut, Dinas Perdagangan akan memperkuat koordinasi dengan distributor serta mencari alternatif pasokan dari daerah lain agar stok tetap terjaga.

“Kami akan berupaya menambah pasokan dari daerah lain serta memperbanyak stok agar harga dapat kembali stabil,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga terus melakukan pengawasan rutin bersama Satgas Pangan guna memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar serta tidak terjadi praktik kecurangan di pasar.

“Pengawasan dilakukan setiap hari bersama Satgas Pangan, kepolisian, dan pihak terkait agar harga tetap terkendali dan masyarakat bisa memperoleh bahan pokok dengan harga yang wajar,” tutupnya.

(Red)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin