ACEH TENGAH, Kabarnusa24.com – Menanggapi isu fenomena panic buying yang sempat meresahkan warga, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melakukan langkah proaktif dengan meninjau langsung ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kebutuhan pokok di lapangan pada Jum’at,(6/3/2026).
Peninjauan yang dipimpin oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Anshary, SE, M.A.P, ini menyasar sejumlah titik vital seperti SPBU di seputaran Kota Takengon dan pusat perdagangan Pasar Paya Ilang. Tim gabungan yang terdiri dari unsur Dinas Perdagangan, Kominfo, Pangan, Perhubungan, Satpol PP, Koperasi serta instansi terkait lainnya dibagi menjadi dua tim yang bergerak secara paralel untuk memastikan kondisi distribusi tetap berjalan normal tanpa kendala berarti.
Dalam keterangannya di sela-sela peninjauan di SPBU Tansaril, Anshary, SE, M.A.P menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu merasa khawatir berlebihan hingga melakukan aksi borong.
Beliau menjelaskan bahwa meskipun stok solar sempat terlihat kosong pada pagi hari, pasokan baru sebanyak 8 ton segera masuk hari ini. Begitu pula dengan Pertalite yang masuk sebanyak 16 ton, serta Pertamax dan Dexlite masing-masing 6 ton.
“Kami sampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa semua masih dalam kondisi aman. Pasokan BBM terus masuk ke SPBU untuk memenuhi kebutuhan kendaraan warga, jadi tidak ada alasan untuk panik,” ujar Anshary menenangkan warga yang sedang mengantre.
Kondisi serupa juga terlihat pada ketersediaan pangan di Pasar Paya Ilang. Hingga pukul 11.00 WIB, arus barang dari luar daerah seperti Kabupaten Pidie dan Aceh Utara terpantau sangat lancar dengan total 28 ton beras berbagai merk yang telah masuk ke pasar.
Anshary menambahkan bahwa pemerintah daerah terus memantau pergerakan stok dan harga secara harian. Menurutnya, harga beras saat ini masih berada di kisaran Rp 235.000 hingga Rp 240.000 per zak (15 kg) dan telur di angka Rp 57.000 hingga Rp 58.000 per papan, yang dinilai masih dalam batas kewajaran mengingat distribusi dari pemasok seperti Toko Cek Mad dan Toko Mulia terus berjalan rutin.
Menutup rangkaian peninjauan tersebut, Anshary kembali memungkaskan. (Yh)












