Nasional

Sikapi Perbedaan Penetapan Hari Raya Idul Fitri, Waketum MUI Ajak Umat Jaga Persatuan

11
×

Sikapi Perbedaan Penetapan Hari Raya Idul Fitri, Waketum MUI Ajak Umat Jaga Persatuan

Sebarkan artikel ini
Sikapi Perbedaan Penetapan Hari Raya Idul Fitri, Waketum MUI Ajak Umat Jaga Persatuan
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH Cholil Nafis

JAKARTA,– Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH Cholil Nafis, mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk menjaga persatuan dan kebersamaan dalam menyikapi perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Ajakan tersebut disampaikan saat konferensi pres sidang isbat 1 syawal 1447 yang digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Kamis (19/3/2026).

Kiai Cholil menegaskan bahwa sidang isbat merupakan forum musyawarah yang tidak hanya bertujuan menetapkan awal bulan, tetapi juga sebagai sarana menjaga ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

“Sidang ini menjadi ruang bersama untuk bermusyawarah, sehingga keputusan yang diambil diharapkan mampu menjaga persatuan umat,” ujarnya.

Ia mengutip kaidah fikih

hukmul hakim ilzamun wa yarfa’ul khilaf, yang menegaskan bahwa keputusan pemerintah memiliki kekuatan mengikat dan mampu mengakhiri perbedaan.

Dalam hal ini, keputusan Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai representasi ulil amri diharapkan menjadi pegangan bersama umat Islam di Indonesia.

Meski demikian, Kiai Cholil juga mengajak masyarakat untuk tetap menghormati perbedaan yang mungkin terjadi.

“Kita tetap mentoleransi saudara-saudara kita yang memiliki keyakinan penentuan awal syawal yang berbeda. Namun, kebersamaan dan persatuan tetap harus kita jaga,” katanya.

Menurutnya, perbedaan dalam penentuan awal Syawal merupakan hal yang wajar, namun tidak boleh menjadi sumber perpecahan di tengah umat.

Lebih lanjut, ia mengajak umat Islam untuk mempertahankan semangat kebersamaan yang telah terbangun selama bulan Ramadan dan melanjutkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita telah menjalani Ramadhan dengan penuh kebersamaan. Mari kita jaga nilai-nilai itu di bulan-bulan berikutnya,” tambahnya.

BACA JUGA:  *Gelar Konferensi Internasional Pertama tentang Pendaftaran Tanah Ulayat di Indonesia, Menteri AHY Wujudkan Arahan Presiden Joko Widodo* Bandung - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan membuka Konferensi Internasional pertama tentang Pendaftaran Tanah Ulayat di Indonesia, Kamis (05/09/2024). Acara yang diselenggarakan pada 4-7 September di Kota Bandung ini mengangkat tema “Best Practices of Ulayat Land Registration in Indonesia and ASEAN Countries: Socialization of Ulayat Land in Indonesia". Pendaftaran tanah ulayat menjadi milestone penting dalam mewujudkan perlindungan terhadap Masyarakat Hukum Adat di Indonesia. Dalam konferensi ini, jajaran Kementerian ATR/BPN akan berbagi kisah praktik terbaik dalam upaya melakukan pendaftaran tanah ulayat bagi Masyarakat Hukum Adat di Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana Kementerian ATR/BPN menyosialisasikan pentingnya keterlibatan aktif seluruh pihak terkait dalam melakukan pendaftaran tanah ulayat di Indonesia. Sehingga, apa yang dilakukan oleh Menteri AHY bersama jajaran Kementerian ATR/BPN merupakan bagian dari komitmen menjalankan arahan Presiden Joko Widodo untuk percepatan Reforma Agraria, seperti Redistribusi Tanah. Tujuannya tak lain agar program dapat dilaksanakan dengan baik serta tepat dan cepat, sehingga semakin mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan demikian, Masyarakat Hukum Adat di Indonesia akhirnya dapat memiliki kepastian hukum atas tanah yang didiami oleh mereka secara turun-temurun sejak beratus tahun lalu. Ini bentuk upaya negara untuk bisa memberikan perlindungan kepada Masyarakat Hukum Adat yang selama ini seakan-akan termarjinalkan dari lingkungan sekitarnya. Untuk diketahui, Konferensi Internasional ini diikuti oleh utusan-utusan dari pemerintah berbagai negara yang juga concern terhadap tanah ulayat Masyarakat Hukum Adat, seperti Thailand, Malaysia, Timor Leste, Laos, dan Filipina. Kegiatan ini juga diikuti oleh berbagai international Civil Society Organization (CSO) yang juga turut memperjuangkan hak-hak Masyarakat Hukum Adat terutama yang terkait kepemilikan tanah antara lain World Resources Institute (WRI) Global, Lincoln Institute, Food and Agricultural Organization (FAO), World Bank, serta perwakilan pemerintah dan LSM. Di kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (Dirjen PHPT), Asnaedi berkata bahwa konferensi internasional ini menjadi sarana pertukaran informasi dan pengetahuan mengenai best practice implementasi pendaftaran tanah ulayat di Indonesia. “Kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pihak terkait sebagai upaya perlindungan hukum terhadap masyarakat hukum adat atas tanah ulayatnya,” ujarnya saat diwawancarai pada Selasa (03/09/2024). Terkait implementasi pendaftaran tanah ulayat, Kementerian ATR/BPN telah melakukan kegiatan inventarisasi dan identifikasi tanah ulayat sejak 2021-2023. Sampai dengan tahun 2023, telah diperoleh potensi keberadaan tanah ulayat diketahui bidang tanah ulayat sekitar 3,8 juta hektare tersebar di 16 provinsi lokasi inventarisasi dan identifikasi tanah ulayat. “Ke-16 provinsi tersebut antara lain Sumatra Barat, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Aceh, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Tengah, Papua, dan Papua Barat,” jelas Asnaedi. Mengawali rangkaian acara, Menteri AHY akan membuka peresmian exhibition atau stan pameran yang diikuti beberapa perwakilan Masyarakat Hukum Adat. Beberapa di antaranya perwakilan Masyarakat Hukum Adat Baduy, Kampung Naga, Dayak Iban Sungai Itik, Dayak Menua Kulan, Dayak Sami, Kerapatan Adat Nagari (KAN) Tanjung Bonai, Mukim Siem, Mukim Seulimeum, Kota Sungai Penuh, dan Desa Adat Asah Duren. Momen ini dapat menjadi kesempatan bagi para Masyarakat Hukum Adat Indonesia untuk dapat menunjukkan keragaman budaya yang mereka miliki. Ini juga sebagai sarana agar Kementerian ATR/BPN di setiap wilayah dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk bisa membantu menyosialisasikan dan membantu pelaksanaan pendaftaran tanah ulayatnya. #AHYMenteriATR #KementerianATRBPN #MelayaniProfesionalTerpercaya #MajuDanModern #MenujuPelayananKelasDunia #SetiapKitaAdalahHumas #SetiapKitaAdalahAmbassador Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional X: x.com/kem_atrbpn Instagram: instagram.com/kementerian.atrbpn/ Fanpage facebook: facebook.com/kementerianATRBPN Youtube: youtube.com/KementerianATRBPN TikTok: tiktok.com/@kementerian.atrbpn Situs: atrbpn.go.id PPID: ppid.atrbpn.go.id

Pemerintah sebelumnya menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, setelah hasil hisab dan rukyat menunjukkan hilal belum terlihat. Kiai Cholil berharap keputusan tersebut dapat menjadi momentum memperkuat persatuan umat Islam di Indonesia.

(Red)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin