Orado Lumajang Berupaya Ubah Stigma Domino, Dorong Prestasi Generasi Muda
LUMAJANG,kabarnusa24.Com.Minggu,29/3/2026.– Turnamen Orado di Kabupaten Lumajang menjadi langkah awal untuk mengubah stigma permainan domino yang selama ini kerap dikaitkan dengan praktik perjudian. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang pembinaan prestasi bagi kalangan muda.
Ketua Orado Kabupaten Lumajang, Mohammad Yusuf Efendi Igsan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Orado—atau yang dikenal secara tradisional sebagai gaple—selama ini memiliki citra negatif di masyarakat.
“Orado atau gaple identik dengan judi. Karena itu, melalui turnamen ini kami ingin mengubah citra tersebut agar tidak lagi dipandang buruk. Justru dengan Orado, kita bisa berprestasi,” ujarnya.
Turnamen tersebut diikuti sembilan tim, dengan masing-masing tim terdiri dari dua orang peserta. Ajang ini juga diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk mengenal Orado sebagai cabang permainan yang positif dan kompetitif.
Sementara itu, Sekretaris KONI Kabupaten Lumajang, Bambang Budi Kamulyan, menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu kejelasan administratif terkait organisasi Orado di tingkat pusat dan provinsi.
Menurut dia, secara prinsip organisasi olahraga harus mengacu pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang berlaku, serta mendapatkan pengesahan dari induk organisasi yang sah.
“Kami belum bisa memberikan dukungan penuh karena secara administrasi Orado belum memiliki keabsahan, baik dari pusat maupun provinsi. Namun, KONI tetap memfasilitasi kegiatan ini sebagai ajang pembinaan prestasi,” kata Bambang.
Ia juga menilai bahwa tidak semua permainan kartu identik dengan perjudian. Sejumlah cabang permainan kartu bahkan telah berkembang menjadi olahraga prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
“Permainan kartu tidak selalu identik dengan judi. Seperti bridge yang sudah mendunia dan berprestasi. Hal ini menunjukkan bahwa permainan kartu bisa diarahkan menjadi olahraga yang positif,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa keberadaan Orado saat ini masih dalam tahap awal atau embrio sebagai bagian dari sosialisasi kepada masyarakat. KONI, kata dia, akan memberikan dukungan penuh setelah adanya legalitas resmi dari tingkat pusat hingga provinsi.
“Kami menunggu pengesahan dari KONI pusat dan provinsi. Setelah itu, baru di tingkat kabupaten bisa memberikan legalitas resmi. Saat ini, kita anggap sebagai tahap pemasyarakatan,” katanya.
Ia berharap Orado dapat segera berkembang dan mengikuti kejuaraan tingkat provinsi pada April mendatang, serta mampu menembus kejuaraan nasional pada 2027.
“Harapannya, Orado bisa ikut kejuaraan provinsi pada April, dan pada 2027 sudah bisa tampil di tingkat nasional,” ucapnya.(D.S)







