Daerah

Kadin Lumajang Perkuat UMKM, Dorong Pengusaha Lokal, dan Genjot Pariwisata

17
×

Kadin Lumajang Perkuat UMKM, Dorong Pengusaha Lokal, dan Genjot Pariwisata

Sebarkan artikel ini
Kadin Lumajang Perkuat UMKM, Dorong Pengusaha Lokal, dan Genjot Pariwisata

Kadin Lumajang Perkuat UMKM, Dorong Pengusaha Lokal, dan Genjot Pariwisata

 

LUMAJANG ,kabarnusa24.Com.Minggu,12/4/2026— Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Lumajang, Agus Setiawan, mengungkapkan berbagai langkah strategis yang telah dilakukan organisasinya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, mulai dari penguatan pelaku usaha lokal, advokasi kebijakan, hingga pengembangan sektor pariwisata.Acara ini terselenggara di hotel Aston Iin.Sabtu,11/4/2026.

Fihadiri ketua kadin Sidoarjo,Ketua kadin Provinsi Jawa timur.

 

 

 

Agus menuturkan, Kadin Lumajang aktif merespons persoalan di masyarakat, termasuk saat terjadi kelangkaan minyak goreng beberapa waktu lalu. “Kami melakukan operasi pasar murah dengan membagikan sekitar 5.000 paket minyak goreng kepada masyarakat,” ujarnya.

 

Selain itu, pada masa pandemi Covid-19, Kadin juga melakukan berbagai kegiatan pendampingan kepada pelaku usaha. Salah satunya melalui kegiatan olahraga bersama dan forum komunikasi antarasosiasi pengusaha guna memperkuat jejaring usaha.

 

Namun demikian, Agus mengakui masih terdapat tantangan dalam membangun kekompakan antar pelaku usaha di Lumajang. Menurut dia, persaingan antar asosiasi seringkali membuat soliditas melemah. Hal ini terlihat dari dominasi pelaku usaha luar daerah dalam proyek-proyek di Lumajang yang sempat mencapai lebih dari 70 persen.

 

“Ketika sebagian pelaku usaha mendapatkan proyek, mereka cenderung diam. Sementara yang tidak mendapatkan proyek menyampaikan keluhan ke Kadin. Ini menjadi evaluasi bersama,” katanya.

 

Melalui upaya advokasi yang intensif, Kadin berhasil mendorong peningkatan porsi keterlibatan pengusaha lokal dalam proyek daerah pada tahun-tahun berikutnya. Kadin juga aktif menjaga kondusivitas daerah dengan menjembatani komunikasi antara pelaku usaha dan pemerintah.

 

Salah satu advokasi penting yang dilakukan adalah terkait pembatasan pendirian pabrik baru di Lumajang. Agus menyebut, kebijakan tersebut sempat menghambat investasi dan penyerapan tenaga kerja. Setelah melalui perjuangan selama sekitar satu tahun, kebijakan tersebut akhirnya dilonggarkan.

 

“Jika pabrik berdiri di Lumajang, potensi penyerapan tenaga kerja bisa mencapai ribuan orang. Ini yang terus kami perjuangkan,” ujarnya.

 

Di sektor pariwisata, Kadin Lumajang juga mengambil peran aktif. Bersama salah satu hotel di Lumajang, Kadin menggelar kegiatan familiarization trip (famtrip) dengan mengundang 50 agen perjalanan terbesar dari berbagai daerah di Indonesia. Selama dua hari, para peserta diajak mengunjungi sejumlah destinasi wisata, termasuk Air Terjun Tumpak Sewu, serta mengenal produk usaha lokal.

 

“Hasilnya sangat positif. Lumajang dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan pariwisata ke depan,” kata Agus.

 

Dalam bidang peningkatan kapasitas usaha, Kadin juga rutin mengadakan workshop perpajakan bagi pelaku usaha yang mengalami kesulitan dalam pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT). Kegiatan ini melibatkan instansi perpajakan setempat.

 

Tak hanya itu, Kadin juga menjalin kolaborasi lintas organisasi, seperti dengan asosiasi pengusaha, sektor pertambangan, kehutanan, hingga perumahan. Melalui kolaborasi ini, berbagai persoalan seperti alih fungsi lahan, tambang ilegal, hingga serangan penyakit pada komoditas pertanian disampaikan kepada pemerintah daerah.

 

Di sektor pertanian, Kadin bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Dinas Pertanian turut melakukan gerakan pemberantasan hama tikus yang sempat menurunkan produktivitas padi hingga 20 persen. Upaya ini dilakukan melalui distribusi belerang hingga dua ton, pendampingan petani, serta pembangunan rumah burung hantu sebagai pengendali alami hama.

 

“Alhamdulillah, saat ini serangan hama tikus mulai terkendali,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kadin juga menyoroti penyalahgunaan gas LPG 3 kilogram oleh pelaku usaha non-sasaran yang menyebabkan kelangkaan di masyarakat. Agus berharap pengawasan lebih ketat dapat dilakukan agar distribusi tepat sasaran.

 

Dalam pemberdayaan UMKM, Kadin telah melakukan kurasi terhadap sekitar 200 produk usaha binaan serta mendirikan Rumah Berdaya sebagai pusat pengembangan usaha. Meski demikian, ia mengakui masih diperlukan peningkatan edukasi dan kurasi agar pusat oleh-oleh dapat berjalan optimal.

 

Ke depan, Kadin Lumajang berencana menyusun strategi pengembangan kurasi produk secara lebih terarah, termasuk membentuk pusat pelatihan (fokasi) bagi pelaku usaha. Agus menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyediakan lokasi yang dapat dimanfaatkan sebagai pusat pelatihan tersebut.

 

“Kami ingin pelaku usaha di Lumajang naik kelas melalui pendidikan dan kurasi yang berkelanjutan,” katanya.( D.S)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin