LAZ Saku Yatim Gelar Halal Bihalal, Perkuat Akuntabilitas dan Pembinaan Anak Yatim
Lumajang, Kabarnusa24.com.Minggu,12/4/2026 .— Lembaga Amil Zakat (LAZ) “Saku Yatim” menggelar kegiatan halal bihalal yang dihadiri jajaran pengurus, dewan pembina, dewan syariah, dewan pengawas, penasihat, serta para donatur.Acara ini menggundang 400 peserta terdiri dari 109 putra putri ,guru sanggar 28 orang,guru bimbel,pondok 40 manejemen,wali santri 65,donator 158 orang.Acara ini berlangsung di hall bkd,jalan Ahmad Yani Lumajang -JawaTimur.
Kegiatan ini menjadi rangkaian penutup program selama bulan Ramadan sekaligus ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat komitmen pelayanan kepada masyarakat.
Ketua Dewan Pembina LAZ Saku Yatim, Dr. M.H. Eko Romadon, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program yang telah dilaksanakan selama bulan puasa, mulai dari buka puasa bersama hingga pembagian 1.000 bingkisan kepada anak yatim dan penghafal Alquran.
“Halal bihalal ini menjadi momentum mempertemukan seluruh elemen lembaga, mulai dari dewan pembina, dewan syariah, dewan pengawas, penasihat, hingga para donatur. Alhamdulillah, kegiatan ini juga dihadiri unsur Forkomincam seperti camat, perwakilan kapolsek, dan danramil,” ujar Eko.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan sebagai bentuk amanah dari masyarakat yang telah mempercayakan donasi kepada LAZ Saku Yatim. Dana yang dihimpun tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan sosial, tetapi juga diarahkan pada pembinaan berkelanjutan.
Menurut Eko, lembaga secara rutin memberikan pendidikan karakter, pembinaan mental, serta pembelajaran agama dan umum kepada anak-anak yatim. Program tersebut mencakup pelajaran seperti matematika hingga metode belajar tambahan yang menyerupai konsep bimbingan belajar.
“Harapannya, lembaga ini terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” kata dia.
Sementara itu, General Manager LAZ Saku Yatim, Ustadz Moh. Chudzil Chikmat, S.Pd.I., CHT., menekankan bahwa kegiatan halal bihalal sekaligus menjadi bentuk akuntabilitas lembaga kepada publik.
“Ini adalah amanah dari masyarakat. Kami rutin menggelar pertemuan tahunan, termasuk milad, sebagai sarana mempererat hubungan dengan para donatur sekaligus menunjukkan transparansi pengelolaan,” ujarnya.
Chudzil menjelaskan bahwa proses penyaluran bantuan dilakukan secara selektif melalui survei lapangan. Hal ini untuk memastikan bantuan tepat sasaran, tidak hanya berdasarkan status yatim, tetapi juga mempertimbangkan kondisi ekonomi.
“Tidak semua yang mendaftar otomatis menerima bantuan. Kami lakukan verifikasi langsung di lapangan agar benar-benar sesuai dengan kriteria dhuafa,” katanya.
Saat ini, LAZ Saku Yatim telah menjangkau 28 desa di 13 kecamatan di Kabupaten Lumajang dengan membentuk 28 sanggar belajar. Setiap sanggar didampingi tenaga pengajar yang bertugas memberikan motivasi dan pembinaan kepada anak-anak yatim dan dhuafa.
Adapun bantuan pendidikan diberikan secara bertahap, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga menengah atas. Besaran bantuan berkisar antara Rp1 juta hingga Rp1,2 juta per tahun, yang disalurkan setiap bulan. Penerima manfaat diwajibkan aktif mengikuti kegiatan sanggar, dengan skema penyesuaian bantuan berdasarkan tingkat keaktifan.
“Melalui program ini, kami ingin menumbuhkan semangat bahwa anak-anak yatim tidak sendiri. Mereka memiliki lingkungan yang saling mendukung, sehingga termotivasi untuk terus belajar dan berkembang,” tutur Chudzil.Kegiatan ini mengusung semangat kebersamaan dan gotong royong dalam upaya mendorong kebangkitan sosial melalui kepedulian terhadap anak yatim dan kaum dhuafa. (D.S)







