Kolaborasi Lintas Generasi Jadi Kunci Penguatan Kesejahteraan Sosial Masyarakat Tempeh Lumajang
Lumajang,kabarnusa24.com.Minggu,19/7/2026 – Upaya memperkuat kepedulian sosial berbasis masyarakat menjadi perhatian serius dalam menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks. Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Aksi Nyata: Kolaborasi Lintas Generasi untuk Kesejahteraan Sosial yang digelar cafe Alka ,Jalan Srikaya, Sukodono Kabupaten Lumajang.
Kegiatan yang menghadirkan Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PKB, Hj. Lailatul Qodriyah, M.Pd, ini diikuti sekitar 125 peserta yang berasal dari berbagai desa di Kecamatan Tempeh. Acara juga dihadiri para tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, perempuan, serta unsur masyarakat lainnya sebagai representasi lintas generasi.
Dalam pemaparannya, Lailatul Qodriyah menegaskan bahwa pembangunan kesejahteraan sosial tidak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah. Menurutnya, keberhasilan membangun masyarakat yang sejahtera membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari generasi muda hingga para tokoh senior yang memiliki pengalaman dan pengaruh di lingkungan masing-masing.
“Kolaborasi lintas generasi menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang peduli, saling menguatkan, dan mampu menghadapi berbagai persoalan sosial secara bersama,” ujarnya di hadapan peserta.
Ia menjelaskan, tantangan sosial saat ini, mulai dari kemiskinan, pengangguran, hingga menurunnya kepedulian sosial, membutuhkan pendekatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Generasi muda dinilai memiliki energi dan inovasi, sedangkan generasi yang lebih tua memiliki pengalaman dan nilai-nilai kebijaksanaan yang dapat menjadi pedoman.
Melalui sinergi tersebut, berbagai program sosial di tingkat desa diharapkan mampu berjalan lebih efektif, mulai dari pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi keluarga, hingga peningkatan kepedulian terhadap kelompok rentan.
Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat desa, sekaligus berdialog mengenai solusi yang dapat dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai organisasi sosial.
Kehadiran para tokoh masyarakat dinilai memperkuat komitmen bersama dalam membangun budaya gotong royong sebagai modal sosial yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Indonesia.
Melalui forum ini, diharapkan lahir aksi-aksi nyata yang tidak berhenti pada tataran diskusi, tetapi diwujudkan dalam program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kolaborasi lintas generasi diharapkan menjadi penggerak terciptanya lingkungan yang lebih inklusif, mandiri, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kesejahteraan sosial dari tingkat desa hingga daerah.
Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk terus menjaga semangat kebersamaan serta memperluas kolaborasi antargenerasi sebagai bagian dari ikhtiar membangun masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya.(D.S)







