Daerah

BAZNAS Lumajang Kucurkan Dana UMKM hingga Rp3 Juta, Warga Diingatkan Tak Terjerat Pinjol dan Rentenir

7
×

BAZNAS Lumajang Kucurkan Dana UMKM hingga Rp3 Juta, Warga Diingatkan Tak Terjerat Pinjol dan Rentenir

Sebarkan artikel ini
BAZNAS Lumajang Kucurkan Dana UMKM hingga Rp3 Juta, Warga Diingatkan Tak Terjerat Pinjol dan Rentenir
oplus_2

BAZNAS Lumajang Kucurkan Dana UMKM hingga Rp3 Juta, Warga Diingatkan Tak Terjerat Pinjol dan Rentenir

LUMAJANG,kabarnusa24.com — Di tengah maraknya jeratan pinjaman online (pinjol) dan rentenir yang membebani masyarakat berpenghasilan rendah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang memilih jalur berbeda: memperkuat usaha warga melalui bantuan modal tanpa skema pinjaman.

 

Dana hingga Rp3 juta per penerima digulirkan untuk membantu pelaku usaha kecil bertahan sekaligus mengembangkan usahanya.

 

Ketua BAZNAS Kabupaten Lumajang, Drs. H. M. Nur Sjahid, MA., mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dilakukan secara bertahap di sejumlah kecamatan.

 

“Besarannya bervariasi. Ada yang Rp1 juta, Rp2 juta, sampai Rp3 juta, sesuai dengan kondisi dan skala usaha mereka,” ujar Nur Sjahid saat ditemui awak media di Kantor BAZNAS Kabupaten Lumajang, Jalan Slamet Riyadi, Lumajang.

 

Ia menjelaskan, penerima dengan usaha yang masih sangat kecil mendapatkan bantuan sekitar Rp1 juta. Sementara usaha yang lebih berkembang dapat memperoleh Rp2 juta hingga Rp3 juta.

 

Program tersebut, kata dia, bukan sekadar memberikan bantuan modal, tetapi juga diarahkan untuk mencegah masyarakat mengambil pinjaman dari sumber pembiayaan yang justru dapat memperburuk kondisi ekonomi mereka.

 

“Kami ingin sebisa mungkin membantu mereka agar tidak meminjam kepada pinjol atau rentenir yang pada akhirnya semakin menjerat dan menyengsarakan,” kata Nur Sjahid.

 

Enam Kecamatan Sudah Digarap

 

Hingga saat ini, program bantuan UMKM tersebut telah dilaksanakan di enam kecamatan. BAZNAS Lumajang masih menyelesaikan agenda penyaluran di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Sukodono dan Kecamatan Tempursari.

 

Untuk Tempursari, penyaluran dana UMKM direncanakan berlangsung pada “22 September 2026″, dengan catatan tidak ada perubahan jadwal.

 

“Karena kami turun dari kecamatan ke kecamatan, jumlah penerimanya juga bervariasi. Ada kecamatan yang mendapatkan 30 penerima, ada yang 39, dan seterusnya,” ujarnya.

 

Nur Sjahid menegaskan, program tersebut ditujukan terutama bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi lemah. Harapannya, modal yang diberikan dapat menjadi pemicu tumbuhnya usaha produktif dan memperkuat ekonomi keluarga.

 

Penghimpunan Rp540 Juta Per Bulan

 

Di sisi lain, meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS Lumajang membuat jumlah proposal permohonan bantuan yang masuk terus bertambah.

 

Nur Sjahid menyebut, saat ini penghimpunan dana BAZNAS Lumajang berada di kisaran Rp540 juta setiap bulan”. Dalam setahun, angka tersebut dapat mencapai sekitar “Rp6 miliar hingga Rp7 miliar”.

 

Namun, menurut dia, jumlah tersebut masih belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan masyarakat.

 

“Semakin terkenalnya BAZNAS, semakin banyak proposal yang masuk. Kami memang agak kewalahan dalam melayani masyarakat. Tetapi kami sangat senang bisa melayani masyarakat,” tuturnya.

 

Karena itu, BAZNAS Lumajang akan terus mencari terobosan untuk meningkatkan penghimpunan dana sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.

 

Tiga Anggota Baru Jadi ‘Amunisi’

 

Upaya memperkuat penghimpunan dan pelayanan masyarakat juga dilakukan melalui penambahan tiga anggota baru BAZNAS untuk periode “2026–2031″.

 

Nur Sjahid menyebut kehadiran anggota baru tersebut sebagai tambahan “amunisi” untuk memperkuat organisasi.

 

“Kami mendapatkan beberapa tenaga baru yang potensial dan bisa diandalkan. Harapannya, mereka bisa mendongkrak perolehan BAZNAS sehingga semakin banyak yang dapat kami manfaatkan untuk masyarakat,” katanya.

 

Menurut dia, peningkatan penghimpunan menjadi penting karena kebutuhan masyarakat terus berkembang. Dengan dana yang lebih besar, ruang BAZNAS untuk menjalankan program pemberdayaan juga semakin luas.

 

” Gebyar Selawat di Stadion Lumajang

 

Selain program ekonomi, BAZNAS Lumajang juga menyiapkan sejumlah kegiatan sepanjang September 2026.

 

Salah satunya adalah “Gebyar Selawat” yang dijadwalkan berlangsung pada

“20 September 2026 di Stadion Lumajang”.

 

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS berencana menghadirkan “Gus Kikin dari PBNU”, apabila tidak ada perubahan agenda.

 

“Insyaallah tanggal 20 September kami akan melaksanakan Gebyar Selawat di Stadion Lumajang,” kata Nur Sjahid.

 

BAZNAS juga telah melakukan audiensi dengan pihak kepolisian. Selanjutnya, lembaga tersebut merencanakan audiensi dengan Kodim, Kejaksaan, dan sejumlah institusi lainnya.

 

Menurut Nur Sjahid, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga agar BAZNAS tidak berhenti pada kegiatan penghimpunan dan penyaluran zakat semata, tetapi terus berkembang dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

130 Warga Kota Jadi Prioritas Santunan

 

Dalam program santunan, BAZNAS Lumajang juga menyiapkan penerima manfaat di wilayah perkotaan.

 

Sebanyak “130 warga di wilayah kota” menjadi prioritas penerima santunan. Namun, jumlah tersebut kemudian disesuaikan agar jangkauan bantuan dapat diperluas ke kecamatan-kecamatan lainnya.

 

“Untuk kota, kami prioritaskan 130 orang. Tetapi karena kami ingin penerimanya lebih banyak, maka kecamatan-kecamatan lain kami sesuaikan jumlahnya,” ujar Nur Sjahid.

 

Ia berharap seluruh program BAZNAS Lumajang, terutama pemberdayaan UMKM, dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

Bagi BAZNAS, bantuan modal bukan sekadar angka Rp1 juta, Rp2 juta, atau Rp3 juta. Di balik nominal tersebut ada harapan agar masyarakat memiliki kesempatan membangun usaha sendiri tanpa harus masuk ke dalam lingkaran utang pinjol maupun rentenir.(D.S)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin