Indramayu, Kabarnusa24.con
Aksi pencurian meteran air kembali meresahkan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Indramayu, mulai dari Lohbener, Jatibarang hingga Widasari. Pelaku diduga merupakan spesialis pencuri meteran PDAM yang beraksi seorang diri dan menyasar rumah warga pada jam-jam rawan.
Berdasarkan rekaman CCTV di wilayah Lohbener pada Maret lalu, terlihat terduga pelaku menjalankan aksinya dengan tenang dan terlatih. Ia beraksi secara acak, mulai dini hari hingga pagi saat kondisi lingkungan masih relatif sepi.
Beraksi pada waktu acak, dari dini hari hingga pagi hari Menggunakan sepeda motor bebek tanpa lampu utama
Membawa keranjang di bagian belakang motor untuk menampung hasil curian, Beraksi seorang diri dengan gerakan cepat dan rapi saat melepas meteran air
Aksi ini tidak hanya merugikan secara fasilitas, tetapi juga membebani warga secara ekonomi. Korban harus mengeluarkan biaya penggantian meteran baru berkisar antara Rp950.000 hingga Rp1.200.000 agar bisa kembali menikmati layanan air bersih.
Warga pun mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera mengungkap dan menangkap pelaku. Ciri-ciri pelaku yang terekam CCTV dinilai sudah cukup jelas dan terjadi di beberapa lokasi berbeda.
Tingkatkan pengamanan meteran air dengan pelindung besi atau cor permanen Waspadai aktivitas mencurigakan, khususnya kendaraan tanpa lampu di jam rawan
Segera laporkan ke pihak berwajib atau grup warga jika menemukan indikasi mencurigakan Sebarkan informasi ini untuk meningkatkan kewaspadaan bersama
Warga diimbau untuk tetap waspada dan saling menjaga lingkungan guna mencegah aksi kejahatan serupa kembali terjadi.






