Nasional

Pidato Presiden Prabowo saat Retreat DPRD, Minta Maaf Ke Wartawan Tidak Berkenankan Diliput

15
×

Pidato Presiden Prabowo saat Retreat DPRD, Minta Maaf Ke Wartawan Tidak Berkenankan Diliput

Sebarkan artikel ini
Pidato Presiden Prabowo saat Retreat DPRD, Minta Maaf Ke Wartawan Tidak Berkenankan Diliput
Oplus_131072

Foto : Doc Sekretariat Negara RI

JAKARTA, KABARNUSA24.COM || Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan setelah menyampaikan pidato secara tertutup dalam kegiatan retret Ketua DPRD seluruh Indonesia yang digelar di Akademi Militer Magelang, pada Sabtu (18/04/26).

Kegiatan acara tersebut sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Dan mengusung tema Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) yang bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan para pimpinan legislatif daerah.

Di antaranya Bima Arya Sugiarto selaku Wakil Menteri Dalam Negeri, Amran Sulaiman sebagai Menteri Pertanian, serta Setyo Budiyanto yang menjabat Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi.

Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily, menjelaskan bahwa retret ini bertujuan untuk menyelaraskan program prioritas nasional dengan kebijakan pemerintah daerah.

Dalam amanatan Wartawan di unggahan video kanal resmi Sekretariat Presiden bahwa wartawan tidak diperkenankan meliput isi pidato yang disampaikan di hadapan sekitar 500 pimpinan DPRD dari berbagai daerah.

Saat sebelum Prabowo memulai pidatonya menyampaikan bahwa dirinya ingin berbicara secara terbuka dan apa adanya kepada para peserta. Ia memastikan bahwa perangkat dokumentasi yang ada merupakan aset negara dan bukan untuk konsumsi publik secara langsung.

Prabowo mengisyaratkan bahwa isi pidatonya kemungkinan mengandung hal-hal yang sensitif dan berpotensi menimbulkan beragam reaksi.

“Saya ingin bicara apa adanya. Mungkin ada yang kurang berkenan atau membuat tersinggung,” ujarnya.

Kegiatan retret Ketua DPRD ini merupakan bagian dari program yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia sejak 15 hingga 19 April 2026.

Fokus utama pembahasan mencakup implementasi visi pembangunan nasional, termasuk program strategis yang dikenal sebagai Asta Cita.

Selain itu, forum ini juga menjadi ruang diskusi terkait berbagai tantangan global yang dihadapi Indonesia, mulai dari dinamika geopolitik hingga kondisi ekonomi dunia yang tidak menentu.

Para peserta diharapkan mampu memahami situasi tersebut dan menerjemahkannya ke dalam kebijakan daerah yang adaptif dan responsif.

Ace menambahkan, kegiatan ini juga memiliki tujuan jangka panjang dalam mencetak pemimpin daerah yang berintegritas dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.

Dengan demikian, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat berjalan lebih efektif.

Arahan tertutup tersebut diduga berkaitan dengan isu strategis nasional dan dinamika global yang memerlukan pembahasan khusus di kalangan pejabat daerah, tanpa disiarkan secara luas ke publik.

Hingga berita ini dimuat, belum ada keterangan resmi dari Istana terkait substansi pidato Presiden yang disampaikan secara tertutup itu.(Rizky Tile)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin