Indramayu, Kabarnusa24.com
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta pihak kepolisian segera menelusuri keberadaan Aman Yani setelah muncul informasi mengenai dana pensiun Bank BJB atas namanya yang disebut masih terus dicairkan hingga saat ini.
Nama Aman Yani kembali menjadi sorotan setelah disebut oleh terdakwa Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan sebagai pelaku utama dalam kasus pembunuhan Budi beserta keluarganya.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Aman Yani diketahui hilang tanpa kabar sejak tahun 2016. Hingga kini,keberadaannya masih belum diketahui.
“Aman Yani itu mendapat dana pensiun dari BJB sebesar Rp3,2 juta lebih. Kemudian uang dana pensiunnya diambil lebih dahulu sebesar 20 persen yaitu Rp114 juta dan sudah dimasukkan ke rekening BRI,” kata Dedi Senin (11/5/2026).
Dedi menjelaskan, berdasarkan keterangan dua saksi yang menemuinya, dana tersebut diduga dicairkan bukan oleh Aman Yani secara langsung. Pencairan disebut dilakukan dengan mengubah identitas pemilik rekening.
“Ketika dimasukkan ke rekening BRI, berdasarkan keterangan dua saksi yang bertemu dengan saya, uang itu dicairkan bukan oleh Aman Yani, tetapi dicairkan dengan mengubah KTP Aman Yani,” ujarnya.
Menurut Dedi, setelah pencairan awal masih terdapat beberapa transaksi lain yang dilakukan. Namun, transaksi tersebut kemudian terhenti karena kartu ATM yang digunakan disebut telah kedaluwarsa.
“Nah, setelah itu ada pencairan-pencairan, tetapi kelihatannya ATM-nya kedaluwarsa. Karena ATM-nya kedaluwarsa, uangnya tidak bisa dicairkan lagi dan disebut masih ada sisa dana sampai sekarang,” katanya.







