Indramayu, Kabarnusa24.com
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, menilai wacana menjadikan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sebagai pusat perawatan pesawat Hercules dapat menjadi solusi sementara agar bandara tersebut tetap produktif dan bermanfaat.
Menurut Ono, kawasan Rebana yang meliputi wilayah Indramayu, Majalengka, Subang, hingga Sumedang saat ini mulai berkembang sebagai pusat industri baru di Jawa Barat. Karena itu, keberadaan Kertajati harus tetap dimaksimalkan.
“Intinya aset senilai Rp5 triliun itu sayang apabila tidak dimanfaatkan. Sehingga opsi dijadikan bengkel atau pusat perawatan pesawat juga menjadi langkah yang harus dipertimbangkan,” ujar Ono, Jumat (29/5/2026).
Meski mendukung opsi Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) untuk pesawat Hercules, Ono mengaku tetap berharap Kertajati dapat berkembang sebagai bandara komersial.
Ia juga menilai Bandara Husein Sastranegara Bandung tidak perlu dipaksakan kembali beroperasi maksimal untuk penerbangan komersial karena statusnya merupakan pangkalan udara TNI AU.
“Yang harus terus didorong sebenarnya adalah Bandara Kertajati. Memang untuk menghidupkan bandara ini tidak mudah,” katanya.
Menurut Ono, jika sektor penerbangan komersial masih belum optimal, maka Kertajati setidaknya bisa dimanfaatkan terlebih dahulu sebagai pusat perawatan pesawat sambil menunggu peningkatan fasilitas, minat maskapai, dan jumlah penumpang.
“Kalau komersial masih sulit, paling tidak Kertajati bisa dipakai untuk tempat perawatan pesawat dulu sambil menunggu fasilitas dan minat maskapai maupun penumpang diperkuat,” pungkasnya.
Menurut Anda, lebih tepat Kertajati difokuskan sebagai bandara komersial atau pusat perawatan pesawat?







