Nasional

Hadirkan Pameran Swarna Wastra Nusantara, Kementerian Perindustrian Gaungkan Tren Fesyen dan Kriya Berkelanjutan

3
×

Hadirkan Pameran Swarna Wastra Nusantara, Kementerian Perindustrian Gaungkan Tren Fesyen dan Kriya Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Hadirkan Pameran Swarna Wastra Nusantara, Kementerian Perindustrian Gaungkan Tren Fesyen dan Kriya Berkelanjutan
Foto : Dok.Ist

JAKARTA, Kabarnusa24.com || Kementerian Perindustrian terus memperkuat pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) melalui berbagai upaya promosi, pemasaran, serta perluasan akses pasar bagi produk wastra dan kriya Nusantara. Langkah strategis ini dilakukan guna meningkatkan daya saing industri kreatif berbasis budaya sekaligus memperkuat posisi produk lokal Indonesia di pasar domestik maupun global.

Wakil Ketua Harian I Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Loemongga Kartasasmita menyampaikan, wastra Nusantara memiliki relevansi yang kuat dengan tren fesyen berkelanjutan atau slow fashion yang saat ini berkembang pesat di berbagai negara.

Hadirkan Pameran Swarna Wastra Nusantara, Kementerian Perindustrian Gaungkan Tren Fesyen dan Kriya Berkelanjutan

“Di tengah meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk yang berkelanjutan, wastra Nusantara menawarkan keunikan, kualitas, serta nilai budaya yang tidak dapat tergantikan oleh produk massal. Selain itu, industri kriya Indonesia juga memiliki kontribusi penting terhadap perekonomian nasional dan semakin mendapat apresiasi di pasar global,” kata Loemongga pada pembukaan Pameran Swarna Wastra Nusantara (SWN) 2026 di Jakarta, Selasa (09/06/26).

Menurutnya, sebagian besar produk wastra Indonesia masih diproduksi dengan teknik tradisional serta memanfaatkan bahan-bahan alami yang ramah lingkungan. Meskipun proses pembuatannya memerlukan waktu relatif panjang, produk wastra memiliki kualitas tinggi, daya tahan kuat, dan nilai budaya yang dapat diwariskan lintas generasi.

“Keunggulan tersebut menjadikan wastra Indonesia memiliki daya tarik tersendiri di pasar nasional maupun internasional. Karena itu, kita perlu terus mengangkat dan mempromosikan budaya wastra sebagai bagian dari tren fesyen berkelanjutan dunia,” tutur Loemongga.

 Selain wastra, sektor kriya juga menunjukkan kinerja yang positif. Berdasarkan data Kemenperin, nilai ekspor industri kerajinan pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai USD165,27 juta atau meningkat 4,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. “Peningkatan ini menunjukkan bahwa produk kriya Indonesia semakin diterima dan memiliki tempat yang kuat di pasar global,” imbuh Loemongga.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing IKM berbasis budaya, Kemenperin menjalin kerja sama dengan Dekranas untuk menyelenggarakan Pameran Swarna Wastra Nusantara (SWN) 2026 bertema Tenun dan Produk Kriya Lintas Zaman. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Dekranas ke-46 yang diselenggarakan oleh Kemenperin selaku Ex-Officio Bidang Daya Saing Dekranas, bersama PT Mediatama Binakreasi, PT Astra International Tbk, dan Yayasan Dharma Bhakti Astra.

Pameran berlangsung pada 9–11 Juni 2026 di Plasa Industri Kementerian Perindustrian, Jakarta. “Tema Tenun dan Produk Kriya Lintas Zaman menjadi wujud nyata kolaborasi antara tradisi dan inovasi dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya Nusantara agar terus berkembang dan relevan bagi generasi mendatang,” ungkap Loemongga.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menjelaskan, SWN 2026 menampilkan produk unggulan dari 45 IKM yang bergerak di bidang tenun, songket, batik, aksesori, serta berbagai produk kriya lainnya yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia.

Peserta pameran berasal dari berbagai daerah dan merupakan binaan kementerian, lembaga, BUMN, Dekranas dan Dekranasda, serta pemerintah daerah. Kegiatan ini dikemas secara modern dan inklusif guna memperluas jangkauan promosi produk sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra bisnis dan konsumen.

“Melalui kegiatan ini, para perajin dan pelaku IKM memperoleh ruang untuk menampilkan karya terbaiknya, memperluas jejaring usaha, serta memperkenalkan nilai budaya yang terkandung dalam setiap produk yang dihasilkan,” ujar Reni.

Lebih lanjut, Reni menyampaikan bahwa penyelenggaraan SWN 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian pembinaan Kemenperin menuju HUT Dekranas ke-46 yang akan digelar di Kota Makassar pada Juli 2026. Berbagai program pendampingan telah dilakukan, antara lain diversifikasi produk kerajinan di Kabupaten Cirebon, inovasi dan sertifikasi halal IKM keramik tableware di Bandung, pengembangan sentra kerajinan bambu di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, serta bimbingan teknis diversifikasi produk tenun di Kota Kediri.

Sementara itu, Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Kemenperin, Budi Setiawan, menilai pameran ini juga memiliki nilai edukatif yang penting bagi generasi muda. “Pameran ini menunjukkan bahwa tradisi dan inovasi dapat berjalan beriringan, menghasilkan produk yang tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga mampu bersaing secara ekonomi. Regenerasi perajin dan pelaku usaha menjadi faktor penting untuk memastikan keberlanjutan warisan budaya bangsa,” ungkapnya.

Selain menghadirkan pameran produk unggulan, SWN 2026 juga menyelenggarakan rangkaian Workshop Kreasi Wastra yang berlangsung setiap hari selama pameran. Berbagai kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat dalam mengolah dan mengembangkan produk berbasis wastra Nusantara menjadi karya kreatif dan bernilai tambah.

Direktur Mediatama Event, Umi Noor Wijiati, berharap penyelenggaraan Swarna Wastra Nusantara 2026 dapat semakin meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap produk wastra dan kriya Indonesia. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan pengalaman yang mendorong masyarakat semakin mengenal, mencintai, dan bangga menggunakan karya wastra Indonesia. Semoga upaya ini dapat menjadi jembatan antara pelestarian budaya dan pengembangan industri kreatif nasional,” tutupnya.(Rizky Tile)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin