Nasional

Wartawan Senior Jimmy Endey Tegaskan Pernyataan Presiden Prabowo yang Sebut Wartawan “Londo Ireng” adalah Penggalan dan Sudah Dimodifikasi

11
×

Wartawan Senior Jimmy Endey Tegaskan Pernyataan Presiden Prabowo yang Sebut Wartawan “Londo Ireng” adalah Penggalan dan Sudah Dimodifikasi

Sebarkan artikel ini
Wartawan Senior Jimmy Endey Tegaskan Pernyataan Presiden Prabowo yang Sebut Wartawan "Londo Ireng" adalah Penggalan dan Sudah Dimodifikasi
Foto : Wakil Ketua II Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum PWI Pusat Jimmy Endey

JAKARTA, KABARNUSA24.COM

Sesosok Senior Wartawan memberikan klarifikasi atas pernyataan Presiden Prabowo yang dipenggal dan dimodifikasi menjadi pengertian wartawan adalah “Londo Ireng”. Dalam pernyataanya,  menyebutkan bahwa Presiden Prabowo tidak mengawali dengan tuduhan profesi wartawan, LSM, atau pengamat adalah “Londo Ireng”.

Justru dalam pernyataannya secara lengkap, Presiden Prabowo lebih dulu menjelaskan bahwa ada rakyat Indonesia yang mengabdi pada bangsa lain, yakni seperti disebut “Londo Ireng”.

Berikut adalah pernyataan lengkapnya:

“Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itu yang dulu kita sebut Londo Ireng. Iya, yang ikut Belanda perang lawan kita, Londo-Londo Ireng ini sampai sekarang masih ada, hanya dia sekarang pakai baju lain kan. Wartawan, jurnalis, apa itu, pengamat, LSM harus kita tanya, yang gaji lu siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa? Cari pekerjaan susah, kita tahu kan?” kata Presiden dalam pernyataan lengkapnya.

“Kalau melihat runutan kalimatnya, Presiden sedang menjelaskan bahwa yang mengabdi pada bangsa asing sekarang tidak lagi jadi tentara. Tapi berperan di profesi-profesi lain, salah satunya wartawan,” jelas Senior Wartawan Jimmy Endey kepada penulis, Jumat, 24 Juli 2026.

Dalam hemat Jimmy Endey, yang merasa paling terganggu dengan pernyataan Presiden itu justru patut bertanya pada dirinya sendiri. Kalau memang tidak merasa membela kepentingan asing dan selama ini bekerja untuk kepentingan publik, semestinya jelas tak kan tersinggung dan tak kan bereaksi.

“Intinya kita berpikir cerdas saja. Selama yang kita bela adalah hak masyarakat atas informasi yang benar dan berimbang, ya tetap fokus bekerja saja. Ga usah meributkan yang ga jelas dan tak perlu dibahas,” tegasnya.(Rizky Tile)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin