Nasional

Soal Penyebab Kematian Supir, Ketua DPD LSM IMW Jawa Barat Diduga Diintimidasi Pengacara SPPG Yayasan Jabal Qur’an Bogor

20
×

Soal Penyebab Kematian Supir, Ketua DPD LSM IMW Jawa Barat Diduga Diintimidasi Pengacara SPPG Yayasan Jabal Qur’an Bogor

Sebarkan artikel ini
Soal Penyebab Kematian Supir, Ketua DPD LSM IMW Jawa Barat Diduga Diintimidasi Pengacara SPPG Yayasan Jabal Qur'an Bogor
Foto : Dapur SPPG Yayasan Jabal Qur'an Kota Bogor

BOGOR, Kabarnusa24.com || ‎Dapur MBG yang berada di bawah naungan Yayasan Jabal Quran, Kota Bogor mejadi sorotan publik. Kasusnya bukan karena korupsi, tetapi ada seorang supir Yayasan itu diduga tewas karena kelelahan saat menjalankan tugas di dapur MBG.

‎Meninggalnya supir dapur MBG milik Ketua Umum Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI) Munifah Syanwani, pada Jumat (05/06/26) lalu, rupanya banyak teka teki dan penuh kontroversi.

‎Belakangan muncul tuduhan serius dari pemilik dapur MBG tersebut. Alih-alih mengevaluasi sistem kerja serta kesejahteraan pekerja, Munifah Syanwani justru menuding dan intimidasi ke Ketua DPD LSM IMW Jawa Barat, Edwar sebagai penyebab kematian supir.

‎Memang tuduhan dan intimidasi itu tidak disampaikan secara resmi dan terbuka, melainkan disebarkan melalui pesan percakapan WhatsApp, kemudian diteruskan orang dekat pemilik yayasan, Ardi. Pesan berisi pernyataan Ketua Umum PPUMI itu langsung disodorkan kepada LSM IMW. Ironisnya, pesan itu seolah-olah jadi fakta tak terbantahkan.

‎Menanggapi tuduhan tersebut, Edwar pun berang dan langsung bereaksi memberikan tanggapan tegas kepada awak media. Ia membenarkan bahwa dirinya dituduh melalui orang dekat dari Munifah.

‎“Saya memang dituduh melalui orang dekatnya, bahwa kematian supir dapur MBG milik Yayasan Jabal Quran itu karena saya. Dari mana asal penyebab itu? Dimana buktinya?” tegas Edwar berang menampik tuduhan tanpa dasar tersebut.

‎Dikatakan Edwar, tuduhan itu adalah fitnah keji, Lanjutnya, jauh sebelum kasus kematian supir terjadi, dapur MBG Yayasan Jabal Quran sebenarnya memiliki catatan buruk dalam pendistribusian makanan. Ia membuka fakta memalukan tersebut karena selama ini ditutupi dari pengawasan publik.

‎“Sejak awal beroperasi, dapur tersebut sudah bermasalah. Bahkan, pernah ditemukan menyajikan buah pir yang sudah busuk untuk dibagikan,” kata Edwar menyoroti kualitas layanan yang dinilai jauh dari standar gizi dan kebersihan.

‎Wartawan mencoba konfirmasi, pemilik Yayasan Jabal Quran, Munifah Syanwani lebih memilih bungkam, dan menolak mengklarifikasi terkait tuduhan terhadap LSM IMW tersebut. Kelalaian yang menyebabkan kematian supir juga tidak ditanggapi oleh Munifah.

‎Dengan sikap diamnya itu muncul stikma negatif maupun anggapan buruk soal pengelolaan dapur MBG saat ini. Apakah sudah sesuai standar mutu atau prosedur dari Badan Gizi Nasional. Kini publik menanti transparansi pihak Yayasan Jabal Quran dalam mengelola dapur MBG.

Kemudian harinya Ketua DPD Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia Morality Watch (IMW) DPD Jawa Barat dapat ancaman dari pihak Pengacara PPUMI akan kirim surat Somasi.

Berikut ucapan pengacara PPUMI tertulis melalui pesan WhatsApp ke Ketua DPD Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia Morality Watch (IMW) DPD Jawa Barat
“Siang juga bos…. Di tunggu saja, sampai nya surat cinta dari Starla…”, Rabu (10/06/26)

Hingga berita ini dimuat upaya untuk mendapatkan jawaban mengenai terkait tersebut.(Rizky Tile)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin