BeritaPeristiwa

Komnasham Kecam Prilaku Biadab TPNPB-OPM di Yahukimo Eksekusi Mati Pasutri Warga Sipil OAP

37
×

Komnasham Kecam Prilaku Biadab TPNPB-OPM di Yahukimo Eksekusi Mati Pasutri Warga Sipil OAP

Sebarkan artikel ini
Komnasham Kecam Prilaku Biadab TPNPB-OPM di Yahukimo Eksekusi Mati Pasutri Warga Sipil OAP

PAPUA PEGUNUNGAN,- Viral rekaman video sepasang suami istri Orang Asli Papua (OAP) tewas dieksekusi tembak mati oleh kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 20 Juli 2026, di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo.

Korban diketahui bernama Yentinus Kogoya alias Kumis Kogoya dan istrinya, Pam Wendakwe atau Sely Wenda. Selain pasangan tersebut, seorang perempuan dari Suku Unaukam juga dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian yang sama.

Pada Rekaman videonya menyebutkan bahwa Manajemen Markas Pusat TPNPB-OPM menyatakan kelompoknya bertanggung jawab atas penembakan tersebut. Mereka menyebut aksi dilakukan oleh pasukan di bawah pimpinan Kopitua Heluka, yang disebut sebagai Komandan Operasi Kodap XVI Yahukimo.

Dalam pernyataannya, TPNPB-OPM menuduh para korban sebagai agen intelijen militer pemerintah Indonesia. Namun, aparat keamanan membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa para korban merupakan warga sipil yang tidak terlibat dalam aktivitas militer.

Jenazah pasangan suami istri itu ditemukan di bawah sebuah jembatan pada Kamis, 23 Juli 2026. Proses evakuasi yang dilakukan personel Koops TNI Habema dilaporkan sempat menghadapi gangguan setelah terjadi kontak tembak dengan kelompok bersenjata di sekitar lokasi.

Peristiwa ini menuai kecaman dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Lembaga tersebut menilai tindakan yang menyebabkan jatuhnya korban warga sipil merupakan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan dan mendesak agar perlindungan terhadap masyarakat sipil di wilayah konflik terus diperkuat.

Hingga kini, aparat keamanan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut serta meningkatkan pengamanan di wilayah Yahukimo.

(Red)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin