Kabarnusa24 com
Bandung, 28 juli 2026 || Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung semakin siap kembali memperkuat konektivitas udara Kota Bandung. Kesiapan tersebut ditandai dengan diterbitkannya Sertifikat Bandar Udara (SBU) Nomor 005.1/SBU/VII/2026 oleh Kementerian Perhubungan kepada PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Husein Sastranegara pada 23 Juli 2026.

Sertifikat tersebut menjadi dasar bahwa Bandara Husein telah memenuhi persyaratan operasional untuk melayani pesawat jet berbadan sedang (narrow body) sekelas Boeing 737-800.
Selain itu, bandara juga telah memenuhi standar fasilitas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) Kategori 7.
Corporate Secretary Group Head PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), Arie Ahsanurrohim mengatakan, penerbitan sertifikat tersebut merupakan tonggak penting dalam rangkaian persiapan optimalisasi Bandara Husein.
Terbitnya Sertifikat Bandar Udara menjadi bukti bahwa berbagai aspek kepatuhan dan kesiapan operasional telah dipenuhi sebagai bagian dari optimalisasi Bandara Husein, ujar Arie.
Ia mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung proses tersebut, mulai dari Kementerian Perhubungan, TNI Angkatan Udara, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, hingga berbagai pihak lainnya.
Dalam mendukung operasional pesawat jet berbadan sedang, PT Angkasa Pura Indonesia telah melakukan berbagai peningkatan fasilitas, termasuk perbaikan pada sejumlah titik landas pacu (runway), jalur penghubung (taxiway), dan area parkir pesawat (apron).
Selain itu, kapasitas layanan PKP-PK juga ditingkatkan dari Kategori 5 menjadi Kategori 7 untuk memenuhi standar keselamatan penerbangan.
Tidak hanya berfokus pada kesiapan sisi udara, pengelola bandara juga melakukan transformasi pelayanan melalui tiga pilar utama, yaitu Premises, People, dan Process.
Pada aspek fasilitas (Premises), dilakukan renovasi dan penataan terminal penumpang dengan konsep modern yang mengangkat unsur budaya Jawa Barat.
Berbagai fasilitas publik turut diperbarui, seperti toilet, musala, ruang menyusui (nursery room), area tunggu transportasi umum, hingga penataan fasad terminal dan taman di sisi udara.
Bandara Husein juga menghadirkan fasilitas baru berupa coworking space yang memungkinkan penumpang tetap dapat bekerja sambil menunggu jadwal keberangkatan.
Sedangkan pada aspek sumber daya manusia (People), dilakukan pemenuhan kebutuhan personel sesuai standar pelayanan bandara kelas dunia.
Adapun pada aspek proses (Process), berbagai layanan keberangkatan dan kedatangan penumpang terus disempurnakan, termasuk pengaturan area antar-jemput kendaraan agar berlangsung lebih lancar dan nyaman.
Dengan seluruh persiapan tersebut, PT Angkasa Pura Indonesia optimistis Bandara Husein siap mendukung kembali operasional penerbangan niaga berjadwal maupun tidak berjadwal, baik domestik maupun internasional, menggunakan pesawat jet maupun baling-baling.
Optimalisasi Bandara Husein diharapkan semakin memperkuat konektivitas Kota Bandung dengan berbagai daerah di dalam maupun luar negeri, sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, investasi, dan perekonomian Jawa Barat.
Sumber : Kepala Diskominfo Kota Bandung
(Jaka)







