Indramayu, kabarnusa24.com
Kisah inspiratif datang dari Desa Gunungsari, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu. Tri Atini (30), mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan, mampu bangkit dari keterpurukan setelah divonis menderita penyakit ginjal kronis stadium akhir (stadium 5) pada 2024.
Kondisi tersebut sempat membuat kehidupan Tri terpuruk. Kondisi fisiknya terus menurun, sementara rumah tangganya juga harus berakhir di tengah perjalanan. Situasi itu membuat semangat hidupnya sempat melemah.
Titik balik dalam kehidupan Tri terjadi setelah dirinya mendapat pendampingan dari Bripka Rusmanto, anggota Bhabinkamtibmas Desa Singaraja, Polsek Indramayu.
Dengan pendekatan yang humanis, Bripka Rusmanto memberikan dukungan moral, motivasi, serta mengingatkan Tri agar tetap menjalani anjuran dan pengobatan sesuai arahan dokter.
Pendampingan tersebut dilakukan untuk membantu Tri menghadapi kondisi yang dialaminya dengan lebih kuat dan optimistis.
Perlahan, kondisi fisik dan mental Tri mulai membaik. Meski hingga kini masih harus menjalani cuci darah secara rutin dua kali dalam sepekan, Tri mengaku sudah jauh lebih siap menjalani aktivitas sehari-hari.
Tidak hanya bangkit secara mental, Tri juga mulai membangun kemandirian ekonomi. Ia kini merintis usaha rumahan pembuatan kue serta jasa titip barang dari luar negeri.
“Saya bawa happy aja, Mas. Yang lalu tidak mau dijadikan beban pikiran,” ungkap Tri dengan penuh optimisme.
Kisah Tri menjadi gambaran bahwa dukungan keluarga, kepedulian lingkungan, pendampingan yang tulus, serta kepatuhan menjalani pengobatan dapat membantu seseorang tetap memiliki semangat untuk menjalani kehidupan di tengah kondisi yang tidak mudah.
Sementara itu, aksi Bripka Rusmanto menunjukkan bahwa tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian dan pendampingan terhadap masyarakat yang membutuhkan.







