Oleh: Sutriachol Haris, L.C.
TANGGERANG,– Manusia adalah makhluk sosial dimana ia hidup disana ia tak akan lepas dengan kontrol sosial, dan manusia takan pernah bisa sanggup untuk dapat bertahan hidup sendiri.
Manusia dengan perilakunya dapat condong baik dan dapat cenderung tidak, manusia tercipta diantara tengah bukan syetan dan bukan malaikat.
Ketika manusia mengurusi urusan untuk sesama manusia maka artinya untuk jadi mulia haruslah menjadi manusia yang bisa memuliakan manusia. Ada sabda baginda rasul : siapa orang yang tak meng-esensikan dengan satu urusan seorang muslim saja maka bahwa dia sebenarnya bukan golongan dari muslim itu sendiri.
Masyarakat terlahir dari orang perorang yang tumbuh dari tangga rumah yang tumbuh beranak pinak lalu menerus berketurunan. Ingin agar rasa tartib dan tentram itu maka dalam negara ada kepolisian yang tak enggan dalam fungsi tugas mengatasnamakan kata masyarakat, melindungi,mengayomi dan melayani untuk siapa, untuk masyarakat.
Dalam sebuah lembaga tinggi negara juga tersemat mengatasnamakan rakyat di DPR misalnya, namun kata rakyat acapkali menjelma diatas namakan namun pada aspirasinya hanya untuk kepentingan segenap dapilnya.
Ketika dikatakan kepada manusia janganlah berbuat kerusakan di muka bumi sebahagiaan manusia menjawabnya ya kamilah yang melakukan perbaikan. Tetapi riilnya manusia masih banyak yang tak menyadari bahwa sesungguhnya kerusakan di bumi dan lautan di kelembagaan di birokrasi di manapun telah nyata kerusakan nampak yang dimulai dari manajemen waktu hingga kolusi bahkan banyak yang melakukan gratifikasi semua itu rusak akibat ulah tangan jahil manusia. Namun mereka sebagian tak menyadari.
Ketika perintah sujud diserukan itu datang kepada semua yang tercipta nyatanya sebagian masih enggan melakukan takwa. Katika tatkala Tuhan mengatakan kepada para malaikatnya untuk ada khalifah di bumi, lalu malaikat pun seraya berkata bahwa dengan ada manusia maka sama dengan hendak menjadikan hadirnya pengrusak dan tumbuh akan sensitifnya wujud indikasi pertumpahan darah. Dengan tegas Tuhan berfirman bahwa sesungguhnya Aku lebih mengetahui dari apa yang tak diketahuimu.
Manusia tercipta diantara ia bukan malaikat yang selalu taat dan benar dan nyata riil manusia pula ia bukan syetan yang nyata – nyata manusia dimana ia selalu salah dan dosa bahkan mengajak kepada jurang bercerai berai akan tali persatuan dan kesatuan.
Ketika ada yang merasa ingin keluar dari NKRI untuk memisahkan diri maka sama saja dengan mengajak kepada pertumpahan darah dan itu adalah sikap perbuatan syetan walau tujuannya adalah ingin memisahkan dari NKRI dan seolah ingin merdeka sendiri. Ini jelas gerakan yang tersesat. Untuk merdeka tak mudah yang tak semudah memisah belahkan dari kesatuan NKRI.
Berpeganglah wahai kita sekalian umat kepada tali persatuan, bahwa dengan satu itulah nama tuhan Dia yang wujud satu. Ingatlah bahwa eksistensi anugrah tanah air ini sangat subur makmur dan tak keliru ketika isyarat dan petunjuk itu selalu hadir bagi kemakmuran manusia di hamparan bumi ini.
Wahai manusia sekalian hendaklah kalian bertakwa kepada tuhan yang esa diamana anggota ke anggota tercipta satu untuk satu sama lain saling bertasbih memuji sejalan seiring jalan takwa itu sendiri. Ingatlah bahwa sesungguhnya diantara kita angota – anggota, ada anggota tubuh, ada anggota polisi, ada anggota DPR sekalian kita yang paling mulia adalah tak lain mereka yang paling bertakwa.
Untuk jadi pemimpin doa yang utama diajarkan dalam doa nabi adalah “Waj’alna lilmuttakina imama”. Artinya adalah bertakwa adalah utama sebelum ia memimpin atau sebelum menjadi pemimpin bahwa rasa takwalah yang paling esensi utama diterapkan dan di implementasikan.







