Daerah

Polres Lampung Utara Evakuasi Jenazah dan Olah TKP Penemuan Mayat di Sungkai Jaya

11
×

Polres Lampung Utara Evakuasi Jenazah dan Olah TKP Penemuan Mayat di Sungkai Jaya

Sebarkan artikel ini
Polres Lampung Utara Evakuasi Jenazah dan Olah TKP Penemuan Mayat di Sungkai Jaya

LAMPUNG UTARA ||Kabarnusa24.com – Polres Lampung Utara bersama Polsek Sungkai Jaya melakukan evakuasi jenazah dan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah seorang pria yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan meninggal dunia di Desa Sri Agung, Kecamatan Sungkai Jaya, Kabupaten Lampung Utara, Sabtu (22/8/2026).

Korban diketahui bernama Yulian Adi Putra (37), warga Desa Sri Agung. Ia sebelumnya dilaporkan hilang dan tidak kembali ke rumah sejak Selasa (18/8/2026).

Kapolres Lampung Utara AKBP Raswidiati Anggraini, S.I.K., melalui Kasi Humas IPTU Herawati mengatakan, penemuan korban bermula saat seorang warga bernama Resa Cahyadi mendatangi kebunnya sekitar pukul 10.30 WIB.

“Di lokasi, saksi menemukan sepeda motor milik korban yang sebelumnya dilaporkan hilang. Saksi kemudian menghubungi kepala desa dan informasi tersebut diteruskan kepada pihak kepolisian,” ujar IPTU Herawati.

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Sungkai Jaya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan serta pencarian di sekitar area perkebunan.

Sekitar pukul 11.23 WIB, petugas bersama warga menemukan korban dalam kondisi telah meninggal dunia. Jenazah ditemukan dalam posisi terlentang di sebuah siring aliran air yang berada tidak jauh dari lokasi sepeda motor.

Petugas kemudian melakukan evakuasi terhadap jenazah korban dari lokasi kejadian. Polisi juga melaksanakan olah TKP untuk mengumpulkan sejumlah barang bukti dan informasi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

“Jenazah sudah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Ryacudu Kotabumi untuk dilakukan pemeriksaan medis serta kepentingan penyelidikan,” kata Herawati.

Ia menjelaskan, hingga saat ini penyebab pasti kematian korban masih dalam proses penyelidikan. Petugas masih melakukan pendalaman, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan memeriksa kondisi di sekitar lokasi penemuan.

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah proses pemeriksaan dan pendalaman selesai,” pungkasnya.

Untuk mengetahui penyebab kematian korban, akan dilakukan otopsi di RS Bhayangkara pada hari Minggu, tanggal 23 Agustus 2026. (Arson/ris)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin