Nasional

Jawara Tokoh Betawi Bang Damin Sada Pasang Badan, Persilakan Warga Pati Sampaikan Aspirasi di Jakarta

4
×

Jawara Tokoh Betawi Bang Damin Sada Pasang Badan, Persilakan Warga Pati Sampaikan Aspirasi di Jakarta

Sebarkan artikel ini
Jawara Tokoh Betawi Bang Damin Sada Pasang Badan, Persilakan Warga Pati Sampaikan Aspirasi di Jakarta
Foto : Dok.Ist

JAKARTA, KABARNUSA24.COM

Pernyataan soal kedatangan warga Pati ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi mendapat respons dari Bang Damin Sada, yang memperkenalkan dirinya sebagai putra asli Betawi.

Dalam sebuah pernyataan, Bang Damin menegaskan bahwa Jakarta merupakan ruang bersama bagi seluruh warga negara, termasuk masyarakat dari daerah yang datang untuk menyampaikan aspirasi.

“Saya putra asli Betawi, dari buyut, nenek, bapak asli Betawi. Memang nama saya tidak ada embel-embel Si Pitung di belakang, tapi insyaallah saya menjadi orang Betawi tulen,” ujarnya.

Damin mengatakan, masyarakat dari daerah yang hendak datang ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi memiliki hak yang dilindungi oleh konstitusi. Karena itu, menurutnya, tidak semestinya ada pihak yang menghalangi kedatangan mereka hanya karena berasal dari luar Jakarta.

“Saya berharap kepada saudara-saudara dari daerah yang ingin menyampaikan aspirasi ke Jakarta, dipersilakan saja. Sah-sah saja dan itu adalah hak semua warga negara serta dilindungi undang-undang,” katanya.

Meski demikian, Damin mengingatkan agar penyampaian aspirasi tetap dilakukan dengan menjaga keamanan dan ketertiban.

Ia menilai identitas sebagai orang Betawi tidak dapat dijadikan alasan untuk menghalangi warga negara lain menyampaikan pendapat di ibu kota.

“Tidak ada hak juga yang mengaku orang Betawi untuk menghalangi saudara-saudara kita menyampaikan aspirasi ke ibu kota,” tegasnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah polemik mengenai kedatangan massa dari Pati yang berada di Jakarta untuk menyampaikan aspirasi. Damin berharap seluruh pihak dapat menjaga situasi tetap kondusif dan menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat.

“Jakarta adalah ibu kota negara. Semua warga negara memiliki hak untuk datang dan menyampaikan aspirasinya, selama dilakukan dengan tertib dan tidak melanggar hukum.”

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin