Indramayu, kabarnusa24.com
Di tengah semakin beragamnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, Pelayanan Kesehatan Tradisional (Yankestrad) terus mengalami perkembangan. Kondisi tersebut menuntut para terapis untuk terus belajar serta meningkatkan kompetensi, keterampilan, etika, dan pemahaman terhadap ketentuan yang berlaku.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu, dr. Titin Ning Prihatini, saat memberikan paparan dalam kegiatan Pelatihan Akupresur yang digelar Persaudaraan Pelaku dan Pemerhati Akupresur Indonesia (P3AI) pada 14–15 Agustus 2026 di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kaina Indonesia.
“Pelayanan kesehatan tradisional terus berkembang. Karena itu, peningkatan kompetensi dan pemahaman terhadap ketentuan yang berlaku menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Titin, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Titin, seiring perkembangan pelayanan kesehatan tradisional, P3AI dapat menjadi wadah pembelajaran bagi para terapis untuk memperkuat pengetahuan, keterampilan, etika, serta profesionalisme.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan informasi mengenai proses rekomendasi Surat Terdaftar Penyehat Tradisional (STPT) melalui kemitraan P3AI dengan Kementerian Kesehatan.
Ketua DPC P3AI Kabupaten Indramayu, Iyon Pramulo, mengatakan peningkatan kompetensi merupakan bagian penting dalam perjalanan seorang terapis menuju pelayanan yang semakin profesional.
“Jangan merasa cukup hanya karena sudah memiliki pengalaman. Terapis profesional harus terus belajar, meningkatkan kompetensi, memahami etika, serta memberikan pelayanan yang aman dan bertanggung jawab,” kata Iyon.
Ia menjelaskan, pelatihan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi terapis akupresur. Terapis dari bidang lain yang ingin memperluas kompetensi sekaligus memperoleh informasi mengenai proses rekomendasi STPT juga dapat mengikuti program yang diselenggarakan P3AI.
“Mari menjadi terapis yang kompeten, profesional, dan semakin dipercaya masyarakat,” ajaknya.
Sementara itu, pemateri pelatihan, Ratna Andayanti, menekankan pentingnya proses pembelajaran berkelanjutan bagi para terapis.
“Pelatihan bukan hanya tentang menambah keterampilan, melainkan juga membuka wawasan dan membangun sikap profesional seorang terapis,” ujarnya.
Menurut Ratna, pengalaman di lapangan perlu diperkuat dengan pengetahuan, keterampilan, etika, serta pemahaman terhadap perkembangan pelayanan kesehatan tradisional. Dengan demikian, terapis memiliki kapasitas yang lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
P3AI hadir sebagai ruang belajar sekaligus wadah bagi para terapis untuk mempersiapkan diri menuju praktik yang lebih profesional. Semakin kompeten seorang terapis, semakin kuat pula bekal dalam memberikan pelayanan yang aman dan bertanggung jawab.
Bagi para terapis yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai akupresur maupun Program Akademi Terapi di DPC P3AI Kabupaten Indramayu, dapat menghubungi pihak DPC P3AI Kabupaten Indramayu melalui Iyon Pramulo.
P3AI Kabupaten Indramayu membuka ruang bagi para terapis untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, bekerja secara profesional, dan berkembang sesuai tuntutan pelayanan kesehatan tradisional yang semakin dinamis.







