Nasional

HUT RI ke 81 dan Sambut Maulid Nabi SAW 1448 H, Kemenimipas Perkuat Reintegrasi Sosial Melalui Kegiatan Inklusif

4
×

HUT RI ke 81 dan Sambut Maulid Nabi SAW 1448 H, Kemenimipas Perkuat Reintegrasi Sosial Melalui Kegiatan Inklusif

Sebarkan artikel ini
HUT RI ke 81 dan Sambut Maulid Nabi SAW 1448 H, Kemenimipas Perkuat Reintegrasi Sosial Melalui Kegiatan Inklusif
Foto : Dok.Ist

TANGERANG, KABARNUSA24.COM
Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menjadi momentum memperkuat nilai kebersamaan, inklusivitas, dan pembinaan yang humanis.

Rangkaian kegiatan dipusatkan di Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia (Poltek Imipas), Tangerang, Jumat (28/08/26). Yang menarik, kegiatan tidak hanya diikuti pegawai dan keluarga besar Kemenimipas, tetapi juga melibatkan Anak Binaan dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tangerang.


HUT RI ke 81 dan Sambut Maulid Nabi SAW 1448 H, Kemenimipas Perkuat Reintegrasi Sosial Melalui Kegiatan Inklusif
Foto : Dok.Ist

Acara diawali dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Kegiatan diisi tausiah, pemberian santunan kepada anak yatim piatu dari Yayasan Darul Ilmi Alfikri, serta bantuan sosial kepada PPNPN Poltek Imipas.

Usai kegiatan keagamaan, suasana berlanjut meriah dengan perlombaan tradisional, lomba disabilitas, hingga panjat pinang. Peserta terdiri dari pegawai, anggota Dharma Wanita Persatuan, dan Anak Binaan LPKA Tangerang yang mengikuti lomba dengan antusias.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menegaskan, keterlibatan anak binaan adalah bagian dari pendekatan pembinaan yang mengedepankan nilai kemanusiaan tanpa mengabaikan aspek keamanan.

“Seluruh keluarga besar Kemenimipas antusias, termasuk anak binaan juga dilibatkan dan mengikuti lomba. Mereka tetap menggunakan gelang kaki agar keberadaannya terkontrol. Inilah yang kita bangun, bahwa mereka juga manusia yang sama seperti kita,” ujar Menteri Agus.

Menurutnya, semangat kemerdekaan harus menjadi pengingat bahwa pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada keamanan. Proses pembinaan juga harus fokus pada pemulihan, pembentukan karakter, dan reintegrasi sosial.

Melalui kegiatan positif ini, anak binaan diberi ruang untuk menumbuhkan rasa percaya diri, sportivitas, dan kebersamaan. Hal itu diharapkan menjadi bekal penting saat mereka kembali ke masyarakat.

Selain mempererat silaturahmi internal, kegiatan ini mencerminkan komitmen Kemenimipas menghadirkan sistem pembinaan yang lebih humanis, inklusif, dan berorientasi pada martabat manusia.

Pendekatan tersebut sejalan dengan 15 Program Aksi Kemenimipas, khususnya dalam penguatan kualitas pembinaan warga binaan dan anak binaan secara profesional, berkeadilan, dan bermanfaat bagi masyarakat.
(Rizky Tile)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin