Kejurprov Pencak Silat 2026 Resmi Ditutup, H. Bukasan Tekankan Prestasi Bukan Sekadar Gagah-Gagahan
LUMAJANG ,kabarnusa24.Com— Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Pencak Silat 2026 resmi ditutup pada Sabtu (29/8/2026) malam. Tidak sekadar menjadi arena perebutan prestasi, ajang yang diikuti sejumlah perguruan dari berbagai daerah di ini juga ditekankan sebagai ruang pembentukan mental dan karakter para atlet.
Sekjen PO Pusat, H. Bukasan, S.Pd., M.M., saat menyampaikan sambutan penutupan, mengapresiasi seluruh perguruan dan peserta yang telah berpartisipasi dalam Kejurprov Pencak Silat 2026.
Ia menyampaikan salam hormat dari Ketua Umum Pengurus Pusat kepada seluruh peserta, pelatih, perguruan, dan pihak yang tetap setia mengikuti rangkaian kegiatan hingga malam penutupan.
Menurut Bukasan, Kejurprov bukan semata-mata kompetisi untuk menentukan siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, ajang tersebut merupakan momentum mempererat silaturahmi sekaligus membangun mental para atlet.
“Kegiatan ini adalah bagian dari ajang silaturahmi kita. Terima kasih tentunya kepada beberapa perguruan yang sudah berpartisipasi dalam Kejuaraan Provinsi yang diselenggarakan pada tahun 2026 ini,” ujar Bukasan.
Kejurprov tahun ini juga memperlihatkan keterlibatan peserta dari sejumlah daerah di Jawa Timur. Selain Kabupaten Lumajang sebagai salah satu wilayah penyelenggara, peserta datang dari Pasuruan, Probolinggo, Jember, dan sejumlah kabupaten lainnya.
Bukasan memberikan apresiasi kepada para atlet yang berhasil meraih prestasi. Namun, ia mengingatkan agar kemenangan tidak berhenti pada kebanggaan semata.
“Bagi yang berprestasi, saya sampaikan selamat. Selamat atas raihan prestasi. Semoga prestasi itu tidak hanya semata-mata dipakai untuk gagah-gagahan, tetapi menjadi bagian dari penguatan mental kita, mental adik-adik semuanya, dan mental atlet,” katanya.
Pesan tersebut sekaligus ditujukan kepada atlet yang belum berhasil menjadi juara. Kekalahan, kata Bukasan, bukan akhir dari perjalanan seorang atlet.
“Bagi yang belum berhasil, bukan berarti ini adalah akhir. Masih ada kesempatan di hari yang lain,” ujarnya.
Ia menilai pengalaman bertanding, termasuk menghadapi kekalahan, merupakan bagian penting dalam proses pembentukan seorang atlet. Karena itu, para peserta diminta menjadikan Kejurprov sebagai pengalaman untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan.
Setelah seluruh rangkaian pertandingan dan agenda utama selesai, Bukasan secara resmi menutup Kejurprov Pencak Silat 2026 pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
“Saya mewakili Ketua Umum, pada hari ini tanggal 29 Agustus 2026, serangkaian acara Kejuaraan Provinsi Pencak Silat dalam rangka Milad Kejuaraan Organisasi ke-99 secara resmi, dengan ucapan “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin”, kita tutup,” kata Bukasan.
Ditutup dengan Tari Tradisional Mberot
Suasana penutupan kemudian semakin semarak dengan penampilan ‘Tari Tradisional Mberot”. Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari sentuhan budaya dalam rangkaian kegiatan yang sebelumnya didominasi atmosfer kompetisi pencak silat.
Kehadiran tari tradisional pada malam penutupan memperlihatkan bahwa olahraga dan kebudayaan dapat berjalan beriringan. Pencak silat tidak hanya berbicara mengenai teknik, kekuatan fisik, dan prestasi di arena, tetapi juga memiliki akar kuat dalam tradisi serta kebudayaan masyarakat.
Penampilan Tari Mberot sekaligus menjadi penutup rangkaian Kejurprov Pencak Silat 2026 dengan nuansa budaya, setelah para atlet dari berbagai daerah berjuang menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Bagi para peserta, kejuaraan berakhir malam ini. Namun, pesan yang disampaikan dalam penutupan menjadi pengingat bahwa medali bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Mental tangguh, sportivitas, persaudaraan, dan kemauan untuk terus berkembang merupakan bagian yang tidak kalah penting dari perjalanan seorang atlet.(D.S)







