Oleh: Sutriachol Haris, L.C.
Kabarnusa24.com,– Negara Kesatuan Republik Indonesia sejak saat Soekarno memproklamirkan kemerdekaan bangsa dan segenap rakyat Indonesia mensyukuri mengisi arti kemerdekaan dengan memahami wujud pancasila itu sudah merupakan eksistensi dari Indonesia bertasbih.
Ketuhanan yang maha esa. Sila pertama yang menyatakan di dalam teks pancasila dibarengi dengan enam penganutan kepercayaan diakui sebagai toleransi agama di tanah air dan diantara semua saling hidup damai dan hidup berdampingan satu sama lain, itulah sejatinya akan pahami arti Indonesia bertabih.
Misi kemanusiaan dan junjung rasa keadilan dengan selalu menjadikan dan membawa Indonesia dapat selalu tersenyum dan selalu menebar senyum baik secara individu maupun kelembagaan, langkah awal memberi yang tak dirasa adalah senyum. Indonesia senyum ketika itulah cinta untuk tanah air benar berbinar tasbih.
Memegang kepada tali temali membangun simpul demi utuhnya persatuan dan kesatuan bangsa atas dasar bhineka tunggal ika, setiap individu bertekad untuk dapat bersatu setiap lembaga membangun kekuatan menggaungkan kesatuan laksana seperti bangunan satu sama lain saling menguatkan, itulah Indonesia yang tengah memuji tuhan lagi bertasbih.
Setiap hikmah dapat dipetik dan dengan optimisme kesejahteraanlah ketika itu hadir datang. Bagaimana tidak, karena simbol pancasila sila ke empat ada empat asma Allah terdapat. Pemimpin (khalifah), hakim, hikmat, dan Al-wakil.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ketika saat jelmaan itulah wujud Indonesia memuji dalam tasbih. Dimana setiap terdapat mekanisme yang jelas bagi setiap pengambilan keputusan dan kontrol publik. Transparansi memaksa akuntabilitas publik.seperti tiga roda yang berputar erat ia tak dapat dipisahkan namun juga tak bisa disatukan karena fungsi dan manfaatnya. Akuntabilitas publik, transparansi Informasi dan partisipasi masyarakat.
Ketika faktor dari sisi kejahatan luar biasa yang terjadi atau yang dikenal extraordinary crime itu telah hikmat dijalankan bergulir RUU Perampasan Aset akan segera diparipurnakan menjadi Undang – Undang.
Bersamaan sejalan kedepan yang tak kalah urgensinya sejalan beriringan esensinya yakni rumusan lain semoga dapat dirancang baik sekaligus ditetapkan UU MBG. Kerena kesemua itu teriring bertepatan sejalan makna tasbih.
Hidup dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan 38 Provinsinya satu sama dengan yang lainnya sinergi membangun, mensejahterakan, memberi rasa tentram dipayungi pemerintahan pusat antara tansfer Pusat dan Daerah paling tidak hadir dalam wujud harmonisasi kebijakannya diantara Pusat selaras dengan pembangunan di Daerah semakin kokoh. Maka ketika itulah Indonesia menjelma bertasbih.
Lembaga seperti BMKG dapat selalu harus berhati – hati dalam menggunakan kata tentang menjalankan tugas fungsinya tentang alam dan cuaca. Misalnya mesti pandai pilih redaksi kata yang tepat dan tak seolah mencela alam dengan kata yang tak pas.
Setiap kata dan kita tak boleh mencela akan alam, atau memberi kata yang pas tepat terhadap cuaca yang mungkin belum dianggap baik. Tak boleh setiap kita untuk misal mencela hujan atau panas cuaca, iklim dan gempa bumi.
Apalagi bila gempa bumi dapat dikaitkan oleh hamba karena murka tuhan, tentu tak tepat, yang ada adalah karena cinta tuhan lagi kurangnya bertasbih. Karena kesemua itu adalah bersifat makhluk. Ketika mampu untuk baik secara kata dan kita beretika ketika itu pula NKRI bertasbih.
Bertasbih tak melulu di masjid berdzikir yang lainnya pun sama bukan selalu di masjid. Semua tempat adalah masjid dan bukan di masjid saja bertasbih. Setiap pada gerak setiap dalam anggota – anggota tubuh diri kita ini adalah tasbih saat jari jemari dengan gadgetnya yang positif, saat rapat paripurna pemerintahan dengan arif berfirasat penuh maslahat.
Negara menghadirkan kemapanan dan ketinggian derajat bagi setiap rakyat atas persiapan kesempurnaan dimasa yang bakal datang Indonesia emas. Ulamanya meminta ampunan tuhan selalu bersamaan menyeru pemerintahan berjalan bersama orang – orang yang merasa beriman, maka di sanalah wujud Indonesia emas dalam tasbih, pertolongan (Al-nashr) dan kemenangan.
Wahai NKRI, Indonesiaku dan damailah setiap jiwa yang hadir, bertasbihlah. Redaksi dan produksi seisi bumi dan lapisan seisi langit full subtansinya adalah tasbih lagi seraya selalu bertasbih. Subhanallah. Maha suci Allah. Fasabbih bihamdi Rabbika wastagfir.
(Red)







