Opini

Hikmah Dibalik Kehidupan Nabi Muhammad 

12
×

Hikmah Dibalik Kehidupan Nabi Muhammad 

Sebarkan artikel ini
Hikmah Dibalik Kehidupan Nabi Muhammad 

Oleh: Sutriachol Haris, L.C

Kabarnusa24.com,– Nabi muhammad adalah manusia yang terlahir mulia yang pernah ada di muka bumi ini. Muhammad lahir dari seorang ibu yang lain dan tak bukan yang bernama Sayidah Aminah di kota Bakkah dimana sekarang dikenal dengan kota Makkah.

Ada rumah yang tak luas amat sekitaran lima kali lima meter persegi yang tak jauh dari pintu Babus Salam Masjidil Haram yang berjarak kurang lebih seratusan meter. Rumah sayidah Aminah tersebut dimana seorang Muhammad terlahir dilahirkan Aminah didalamnya yang sekarang rumah tersebut menjadi perpustakaan yang nampak seperti rumah tua. Mengapa tidak sedemikian dirawat peninggalan rumah tersebut karena tak sedikit dari manusia akhir zaman yang berlebihan sikap alias berbuat kemusyrikan.

Muhammad adalah seorang manusia biasa yang hidup nampak sederhana ia besar melewati masa dimana dalam sejak saat sebagai penggembala kambing. Selain Muhammad adalah seorang rasul utusan Allah beliau juga Muhammad nabi akhir zaman yang tak ada nabi dan rasul sesudahnya.

Muhammad hidup sebagai seorang pemimpin masyarakat, pedagang dan panglima perang juga Muhammad hidup sebagai ayah dan selaku suami bagi isteri – isterinya. Muhammad rasul terakhir sebagai manusia agung yang santun lagi berakhlak mulia. Muhammad hidup pandangannya menghargai semua nalar dan logika dalam sejarahnya teracatat bukan potongan manusia yang supranatural bukan model dimana ada kisah disana ada legenda yang tak ada bukti.

Sisi kehidupan seorang Muhammad dari kecil hingga dewasanya dari mulai bangun tidur hingga tidur lagi dia adalah Muhammad bukan manusia biasa. Muhammad adalah manusia yang sama dengan manusia pada umumnya namun ia diciptakan Allah terlahir cahayanya memancar terpancar sebagai pembawa berita mulia sebagai penuntun sejati. Dapat juga bekal tambah intelektual dibaca tentang buku karangan Prof. DR. Muhamad Husen Haikal tentang sejarah kehidupan Muhammad.

Muhamad sejak dewasanya merasakan sebagai pedagang yang sangat jujur. Terlahir tutur dan kultur yang halus memiliki sikap dan tindak yang teramat bijak. Ia hidup ditengah dan lingkungan yang sangat boleh dibilang sangat panas dari sisi geografis namun kehadirannya seorang Muhammad terpancar diwajahnya yang sangat sejuk dan menyejukan.

Sontak saja ujian bagi seorang Muhammad laksana nabi yang terus bertubi diuji, sebut saja ketika para isteri – isteri beliau meminta penghidupan dunia yang lebih kemilau misalnya sebagaimana yang Allah ceritakan dalam Alquran (al-Ahzab 28). Ketika sejak saat para Isterinya menginginkan kemilau harta dan gemerlap dunia dari Nabi Muhammad, bila saja mau nabi menawarkan harta yang boleh jadi semua gunung – gunung batu di Arab Allah jadikan boleh jadi kun maka jadilah semua emas. Dikatakan Allah kepada Istri – Isteri Nabi Muhammad :

“Hai nabi katakanlah kepada isteri – isterimu jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan sebongkah bahkan hamparan perhiasan maka nabi menyiapkan akan memberi pesangon. Dan aku ceraikan sekalian dengan cara yang baik”.

Tak heran dari sisi hikmah dalam mengarungi hidup dijabarkan bahwa semua manusia condong pada wanita. Langkah perhiasan utama jiwa sebagai kecenderungan fitrah manusia akan rasa cinta terutama pada wanita selain pada ada enam macam kesenangan dan perhiasan dunia lainnya. Dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan dan sulit untuk dibendung yakni yang pertama hanya adalah soal wanita (Al imran 14).

Dalam tulisan tentang Muhammad ini dijelaskan dalam kesimpulan surat Muhammad alhasil yakni bahwa bila menolak akan kebenaran adalah awal langkah penyebab kehancuran bagi siapapun yang menentang dan akan didatangkannya kaum yang tak klasik pemikirannya yaitu jelma kontemporer yang lebih baik sebagai ganti. Manusia elastis laksana benda mesti kembali kepada fitrahnya menjadi kaum berpikir sejati (ulul albab).

Muhammad adalah pembawa kebenaran dan sekaligus penerima ulung tunggal kalamullah yakni Alquranul karim sebagai wahyu. Sekelumit tentang surat Al Ahzab tersebut di atas diantara ringkasan saran terpenting yang dapat dipetik didalamnya adalah perincian hukum korelasi etika orang – orang beriman dalam mengunjungi rumah Rasulullah Muhammad.

Sungguh nyata dan fakta telah ada pada diri dan jiwa Rasulullah Muhammad suri tauladan yang baik lagi sejati khususon manusia – manusia pengharap rahmat akan luasnya kasih sayang Allah bagi alam semesta. Allahumma sholi a’la Muhammad.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin