IPHI Lumajang: Haji Bukan Sekadar Gelar, Kemabruran Harus Dijaga Sepanjang Hayat
LUMAJANG, kabar nusa24.com.— Menjadi haji bukan sekadar menyandang predikat setelah pulang dari Tanah Suci. Bagi Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Lumajang, perjalanan justru berlanjut dengan satu tanggung jawab penting: “menjaga kemabruran haji sepanjang hayat.”acara ini berlangsung di pendopo arya Wiraraja.di hadiri 800 orang,di bagikan 200 dorpres.
Ketua IPHI Kabupaten Lumajang, “Mahfud, M.Pd.”, menegaskan, jemaah yang telah menunaikan ibadah haji diharapkan mampu membawa nilai-nilai spiritual dari Tanah Suci ke dalam kehidupan sehari-hari.
Hal itu disampaikan Mahfud dalam kegiatan IPHI Kabupaten Lumajang bersama Majelis Taklim Perempuan (MTP) IPHI Kabupaten Lumajang. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan mempererat silaturahmi jemaah haji tahun 2026 dengan pengurus IPHI serta MTP IPHI tingkat kecamatan se-Kabupaten Lumajang.
“Pertama, kegiatan ini dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Tujuannya tentu meningkatkan kecintaan kita kepada Rasulullah, meneladani akhlak Rasulullah, dan senantiasa berharap syafaat dari Baginda Nabi Muhammad SAW,” ujar Mahfud.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi memiliki makna penting untuk kembali menghidupkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan umat Islam.
Namun, kegiatan tersebut tidak berhenti pada peringatan keagamaan. IPHI juga menjadikannya sebagai ruang memperkuat persaudaraan para jemaah haji.
“Yang kedua, ini adalah silaturahmi jemaah haji tahun 2026 dan pengurus IPHI, MTP IPHI Kecamatan se-Kabupaten Lumajang,” katanya.
Mahfud berharap momentum tersebut mampu mencapai dua tujuan sekaligus. Selain meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, pertemuan itu diharapkan mempererat ikatan persaudaraan sesama jemaah haji.
Ia menambahkan, para jemaah haji tahun 2026 secara otomatis menjadi bagian dari keluarga besar IPHI dan MTP IPHI Kabupaten Lumajang.
“Sehingga pada momentum hari ini diharapkan dua tujuan dapat tercapai. Selain peringatan Maulid Nabi, yang kedua juga silaturahmi bagi jemaah haji 2026 yang tentunya nanti secara otomatis beliau-beliau itu alumni haji 2026 sebagai anggota IPHI dan MTP IPHI Kabupaten Lumajang,” tuturnya.
Bukan Berhenti Saat Pulang dari Tanah Suci
Mahfud menekankan, tantangan terbesar seorang jemaah bukan hanya menyelesaikan rangkaian ibadah haji, tetapi mempertahankan nilai-nilai kebaikan setelah kembali ke tengah masyarakat.
IPHI, kata dia, memiliki peran untuk terus mendorong para anggotanya agar menjaga kemabruran haji dan meningkatkan kualitas kehidupan keagamaannya.
“IPHI ini sebagai lembaga organisasi kemasyarakatan, organisasi ikatan jemaah yang senantiasa mendorong anggotanya untuk senantiasa menjaga kemabruran haji,” tegasnya.
Ia berharap perubahan positif benar-benar terlihat setelah seseorang pulang dari Tanah Suci. Predikat haji harus diikuti dengan peningkatan ketakwaan dan perilaku yang semakin baik.
“Kita berharap apa yang beliau lakukan, apa yang beliau kerjakan setelah pascahaji, pulang haji, akan semakin baik, semakin meningkatkan ketakwaan terhadap Allah SWT. Itu harapan kami,” ujar Mahfud.
Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa kemabruran haji tidak cukup hanya dirasakan secara pribadi. Nilai-nilai ibadah haji harus tercermin dalam perilaku, ketakwaan, kepedulian sosial, serta hubungan yang lebih baik dengan sesama.
Bagi IPHI Kabupaten Lumajang, “pulang dari Tanah Suci bukan garis akhir. Justru di situlah ujian sesungguhnya dimulai: bagaimana mempertahankan kemabruran dan menjadikannya sebagai karakter dalam kehidupan sehari-hari.”(D.S)







