Berita

Menelusuri Mitologi Ijen, SATUPENA Gelar Bengkel Kurasi dan Penulisan Kreatif di Bondowoso

8
×

Menelusuri Mitologi Ijen, SATUPENA Gelar Bengkel Kurasi dan Penulisan Kreatif di Bondowoso

Sebarkan artikel ini
Menelusuri Mitologi Ijen, SATUPENA Gelar Bengkel Kurasi dan Penulisan Kreatif di Bondowoso

BONDOWOSO – Kabarnusa24.com

Upaya mengenalkan dan merawat kekayaan budaya di kawasan Taman Bumi (Geopark) Ijen terus dilakukan melalui pendekatan literasi.

Salah satunya melalui Bengkel Kurasi dan Penulisan Kreatif bertema “Telusur Jejak Kosmis: Mitologi Taman Bumi Ijen” yang digelar selama dua hari, 18–19 September 2026, di Taman Literasi SMADA Bondowoso.

Kegiatan yang diinisiasi SATUPENA Bondowoso tersebut tidak hanya mengajak peserta mengenal Ijen dari sisi geologi dan keindahan alam, tetapi juga menggali berbagai cerita, mitologi, tradisi lisan, serta hubungan masyarakat dengan lingkungan di kawasan Ijen.

Selama ini, Ijen lebih dikenal luas melalui fenomena blue fire, kawah belerang, dan panorama alamnya.

Melalui kegiatan tersebut, Ijen dipandang lebih luas sebagai bagian dari kekayaan budaya yang menyimpan jejak sejarah dan ingatan masyarakat.

Dua pemateri dihadirkan dalam kegiatan tersebut. Pertama, Fitri Nura Murti, S.Pd., M.Pd., Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jember, yang membahas bagaimana mitologi lokal dapat dikembangkan menjadi karya sastra sekaligus pengetahuan yang memiliki dasar akademik tanpa menghilangkan karakter lokal.
Pemateri kedua, Sulung Lukman, S.S., pegiat sastra Tapal Kuda Jember.

Ia mengajak peserta menggali cerita rakyat, mantra, pantangan, serta berbagai tradisi lisan masyarakat yang berkembang di sekitar kawasan Ijen.

Inisiator kegiatan, Taufan S. Chandranegara, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan mampu menempatkan penulis bukan sekadar sebagai penikmat wisata, melainkan sebagai pihak yang ikut merawat dan mendokumentasikan ingatan budaya masyarakat.

“Kita ingin penulis tidak hanya datang sebagai turis literasi, tetapi sebagai kurator ingatan. Ijen itu bukan objek foto, dia subjek yang punya ingatan panjang. Tugas kita adalah menyalin ingatan itu dengan jujur,” ujarnya.
Bengkel tersebut didukung Balairw Institute, Komunitas Srawung Sastra, Jhajung, serta sejumlah komunitas literasi lainnya.

Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari guru, siswa SMADA, pegiat literasi hingga penulis dari wilayah Tapal Kuda.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya menerima materi di dalam kelas. Mereka juga mendapatkan praktik kurasi dengan memilah cerita, menelusuri serta memverifikasi sumber lisan, kemudian mengolahnya menjadi tulisan kreatif berbasis riset lapangan.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap dapat menghasilkan antologi tulisan kuratorial mengenai Ijen yang memiliki nilai sastra sekaligus memperhatikan aspek keakuratan budaya.

Upaya tersebut diharapkan menjadi bagian dari langkah bersama untuk menjaga Geopark Ijen agar tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga sebagai kawasan yang memiliki kekayaan budaya, mitologi, ekologi, dan kehidupan masyarakat yang patut dirawat.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin