Nasional

Bukan Sekadar Silaturahmi Formal, Di Balik Pertemuan Tertutup Kapolda Metro Jaya Baru dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung

6
×

Bukan Sekadar Silaturahmi Formal, Di Balik Pertemuan Tertutup Kapolda Metro Jaya Baru dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung

Sebarkan artikel ini
Bukan Sekadar Silaturahmi Formal, Di Balik Pertemuan Tertutup Kapolda Metro Jaya Baru dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung
Foto : Dok.Ist

JAKARTA, KABARNUSA24.COM
Belum genap sepekan resmi menakhodai wilayah hukum ibu kota, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dadang Hartanto langsung bergerak taktis melakukan manuver strategis guna membangun kedekatan emosional dan struktural dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Langkah kilat sang jenderal bintang tiga ini memperlihatkan komitmen dalam memetakan sirkulasi keamanan dan stabilitas di episentrum ekonomi nasional.

Berdasarkan informasi valid yang berhasil dihimpun awak media pada Selasa, 13 Oktober 2026, Komjen Pol. Prof. Dadang Hartanto didampingi Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol. Adex Yudiswan serta sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Metro Jaya mendatangi langsung kompleks Balaikota DKI Jakarta.

Rombongan korps Bhayangkara tersebut diterima langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, di dalam ruang tamu utama gubernur.

Pertemuan penting yang berlangsung secara tertutup dari sorotan media itu berjalan ketat selama kurang lebih 45 menit, yang dimulai tepat pada pukul 10.45 WIB. Di dalam ruangan, Gubernur Pramono Anung didampingi oleh barisan internal pemda seperti Sekda Uus Kuswanto, Asisten Pemerintahan Sigit Wijatmoko, dan Kepala Biro KDH Fanny Panjaitan.

Sementara dari lini Polda Metro Jaya, tampak hadir Irwasda Brigjen Sri Satyatama, Karo Ops Brigjen La Ode Aries El Fathar, Dirintelkam Kombes Miko Indrayana, Dirlantas Kombes Firman Darmansyah, dan Kabid Humas Kombes Budi Hermanto.

Berdasarkan analisis pergerakan birokrasi, agenda rahasia ini dinilai publik jauh lebih mendalam dari sekadar silaturahmi formal seremonial antar pemimpin instansi.

Di tengah tingginya dinamika sosial-politik serta ancaman kerawanan kota metropolitan yang kian kompleks, sinergi taktis antara pemegang otoritas penegakan hukum dan kepala pemerintah daerah menjadi kunci mutlak untuk meredam potensi gejolak di tingkat akar rumput.

Pertemuan maraton tersebut diakhiri dengan prosesi pemberian cendera mata simbolis antara kedua belah pihak pada pukul 11.25 WIB, sebelum akhirnya seluruh rombongan elit Polda Metro Jaya meninggalkan Balaikota DKI Jakarta.

Meski isi pembahasan substansial di dalam ruangan tidak dipublikasikan secara mendetail, sinyalemen koordinasi ini mencerminkan adanya penyelarasan visi besar penanganan isu krusial Jakarta.

Langkah taktis di awal dinas ini dinilai oleh berbagai pengamat sebagai sinyalemen awal dari gaya kepemimpinan Komjen Pol. Dadang Hartanto yang mengedepankan pendekatan humanis, responsif, namun tetap kolaboratif.

Sinergitas plat merah ini diharapkan mampu melahirkan kebijakan pengamanan yang presisi guna menjamin rasa aman yang seutuhnya bagi seluruh warga yang hidup di wilayah hukum DKI Jakarta.(Rizky Tile)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin