Daerah

Dibalik Megahnya Infrastruktur, Jeritan dari Warga Rawapanjang Kabupaten Bogor Pasutri Disabilitas Sakit Parah dan Kartu BPJS Mati Tak Bisa ke Rumah Sakit

5
×

Dibalik Megahnya Infrastruktur, Jeritan dari Warga Rawapanjang Kabupaten Bogor Pasutri Disabilitas Sakit Parah dan Kartu BPJS Mati Tak Bisa ke Rumah Sakit

Sebarkan artikel ini
Dibalik Megahnya Infrastruktur, Jeritan dari Warga Rawapanjang Kabupaten Bogor Pasutri Disabilitas Sakit Parah dan Kartu BPJS Mati Tak Bisa ke Rumah Sakit
Foto : Tangkap Layar Media Sosial

CIBINONG, KABARNUSA24.COM
Di tengah gempitan pembangunan infrastruktur megah yang terus digenjot pemerintah, potret pilu kemiskinan dan ketidakberdayaan masih nyata terlihat di sudut Kabupaten Bogor.

Sepasang suami istri penyandang disabilitas yang tinggal di Kampung Panjang, Desa Rawa Panjang, RT 05 / RW 07 No. 63, Kecamatan Bojonggede, kini dalam kondisi yang sangat memprihatinkan dan membutuhkan pertolongan segera, Minggu (18/10/26).

Kondisi memilukan ini mencuat ke publik setelah sebuah unggahan di media sosial Threads viral. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sang suami dilaporkan tengah terbaring sakit parah sejak beberapa hari terakhir. Jangankan untuk berobat ke rumah sakit, untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari pun pasangan ini sudah mengalami kesulitan yang luar biasa.

Faktor finansial dan keterbatasan transportasi menjadi dinding tebal yang menghalangi sang suami untuk mendapatkan hak kesehatannya. Mirisnya lagi, meski pasangan ini mengantongi kartu BPJS Kesehatan pemberian pemerintah, jaminan kesehatan tersebut saat ini tidak dapat digunakan karena status kepesertaannya dinyatakan tidak aktif.

Keterbatasan fisik yang dialami pasangaan suami istri ini membuat mereka sama sekali tidak mampu bergerak mandiri, baik untuk mengurus reaktivasi dokumen administrasi BPJS ke kantor terkait, maupun untuk sekadar pergi berobat ke fasilitas kesehatan terdekat.

Saat ini, keberadaan relawan dan uluran tangan warga sangat dinantikan, terutama untuk membantu pendampingan medis langsung ke lokasi serta membantu pengurusan perizinan dan pengaktifan kembali kartu BPJS Kesehatan milik pasien. Pasutri disabilitas ini membutuhkan aksi nyata bukan sekadar janji manis kesejahteraan yang kerap digaungkan di atas kertas.

Pengamat kebijakan publik dan hukum Ferdian Bolon menyayangkan terjadinya kesenjangan ini. “Pembangunan infrastruktur memang penting, namun tidak boleh membuat kelompok rentan seperti penyandang disabilitas terabaikan tanpa akses perlindungan dasar,” ujarnya.

Ia mendesak Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan segera melakukan verifikasi dan penanganan darurat.

Bagi relawan maupun pihak yang ingin memberikan bantuan pendampingan medis maupun pengurusan perizinan dokumen, pasangan suami‑istri tersebut berdomisili di Kampung Panjang, Desa Rawa Panjang RT 05/RW 07 Nomor 63, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.(Rizky Tile)

Penulis