BeritaDaerah

Lima Siswa SMAN 1 Tukdana Berdamai Usai Terlibat Perkelahian, Polisi Berikan Pembinaan

4
×

Lima Siswa SMAN 1 Tukdana Berdamai Usai Terlibat Perkelahian, Polisi Berikan Pembinaan

Sebarkan artikel ini
Lima Siswa SMAN 1 Tukdana Berdamai Usai Terlibat Perkelahian, Polisi Berikan Pembinaan

 

Indramayu, kabarnusa24.com Perselisihan yang melibatkan lima siswa SMA Negeri 1 Tukdana, Kabupaten Indramayu, akhirnya berujung damai. Setelah melalui proses mediasi dan pembinaan oleh pihak sekolah bersama Polsek Tukdana, kelima siswa sepakat saling memaafkan, Senin (19/10/2026).

Perselisihan tersebut bermula dari kesalahpahaman di media sosial pada Jumat (9/10/2026). Persoalan yang awalnya berupa adu mulut itu kemudian berkembang menjadi aksi saling pukul.

Pihak sekolah sebelumnya telah berupaya menyelesaikan persoalan tersebut melalui mediasi pada 16 Oktober 2026. Namun, upaya itu belum membuahkan hasil sehingga pihak kepolisian turut dilibatkan untuk membantu meredakan konflik.

Mediasi lanjutan dilaksanakan di ruang Bimbingan Konseling (BK) sekolah. Dalam pertemuan tersebut, kelima siswa diberikan pemahaman mengenai dampak negatif perkelahian, pentingnya mengendalikan emosi, serta cara menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan.

Hasilnya, para siswa sepakat untuk saling memaafkan dan membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan serupa.

Kapolsek Tukdana, AKP Junata Tisnasenjaya, menegaskan bahwa keterlibatan kepolisian tidak semata-mata bertujuan memberikan sanksi, tetapi juga mengedepankan pembinaan dan pencegahan agar konflik antarpelajar tidak kembali terjadi.

Ia juga mengingatkan para pelajar agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Kesalahpahaman yang muncul dari unggahan, komentar, maupun pesan di ruang digital perlu disikapi dengan kepala dingin agar tidak berkembang menjadi perselisihan hingga berujung kekerasan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perbedaan pendapat dan kesalahpahaman seharusnya diselesaikan melalui komunikasi yang baik, bukan dengan tindakan fisik. Penggunaan media sosial secara bijak serta kemampuan mengendalikan emosi menjadi hal penting dalam menjaga hubungan pertemanan di lingkungan sekolah.

Dengan tercapainya kesepakatan damai tersebut, diharapkan kelima siswa dapat kembali menjalani kegiatan belajar dengan baik, memperbaiki hubungan pertemanan, serta menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Penulis