Berita

BAJA Tegaskan Empat Pilar Perjuangan di Jawa Barat, Pendidikan hingga Kelestarian Lingkungan Jadi Prioritas

9
×

BAJA Tegaskan Empat Pilar Perjuangan di Jawa Barat, Pendidikan hingga Kelestarian Lingkungan Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini
BAJA Tegaskan Empat Pilar Perjuangan di Jawa Barat, Pendidikan hingga Kelestarian Lingkungan Jadi Prioritas

Kabarnusa24.com

BANDUNG, — Barisan Jaga Indonesia Raya (BAJA) menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi masyarakat melalui empat pilar utama, yakni pendidikan berkarakter, kewirausahaan dan ekonomi kerakyatan, pelestarian budaya, serta perlindungan lingkungan hidup.

BAJA Tegaskan Empat Pilar Perjuangan di Jawa Barat, Pendidikan hingga Kelestarian Lingkungan Jadi Prioritas

Komitmen tersebut disampaikan Perwakilan Provinsi Jawa Barat BAJA, Rd. Yadi Suryadi, dalam siaran pers yang diterima pada Senin (26/10/2026). Menurutnya, keempat pilar tersebut menjadi landasan perjuangan organisasi dalam mendorong pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

BAJA Tegaskan Empat Pilar Perjuangan di Jawa Barat, Pendidikan hingga Kelestarian Lingkungan Jadi Prioritas

Yadi menegaskan, BAJA tidak hanya ingin hadir sebagai organisasi kemasyarakatan, tetapi juga berperan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan mendorong terwujudnya keadilan di tengah masyarakat.

“BAJA hadir bukan sekadar menjadi organisasi kemasyarakatan biasa, tetapi sebagai penjaga nilai-nilai kebangsaan yang berkeadilan,” ujar Rd. Yadi Suryadi dalam keterangannya.

Empat Pilar Utama BAJA

Pilar pertama adalah pendidikan berkarakter. BAJA memandang pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga perlu membentuk generasi yang berakhlak, berbudaya, serta memiliki rasa cinta terhadap tanah air.

Pendidikan yang merata dan terjangkau dinilai menjadi bagian penting dalam membuka kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup.

Pilar kedua, kewirausahaan dan ekonomi kerakyatan, menitikberatkan pada penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengembangan kewirausahaan masyarakat.

Menurut BAJA, potensi sumber daya alam dan ekonomi bangsa perlu dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Penguatan ekonomi lokal juga diharapkan mampu mendorong kemandirian masyarakat dan memperkuat perekonomian daerah.

Selanjutnya, pilar ketiga adalah kebudayaan dan nilai luhur. Di tengah perkembangan zaman, BAJA menilai identitas bangsa harus tetap dijaga melalui pelestarian budaya lokal, kearifan nenek moyang, sejarah, serta nilai-nilai kemanusiaan.

Pelestarian budaya tersebut dinilai penting agar generasi muda tidak kehilangan jati diri di tengah arus modernisasi.

Adapun pilar keempat adalah pelestarian ekologis. BAJA menekankan bahwa lingkungan hidup yang bersih dan sehat merupakan bagian penting dari kualitas hidup masyarakat.

Pengelolaan sumber daya alam, menurut organisasi ini, perlu memperhatikan keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang maupun mendatang.

Prinsip tersebut sejalan dengan semangat Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 mengenai penguasaan bumi, air, dan kekayaan alam oleh negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Pendidikan, Budaya, Ekonomi, dan Lingkungan Saling Berkaitan

Rd. Yadi Suryadi menegaskan, keempat pilar tersebut tidak dapat berjalan secara terpisah. Pendidikan yang berkualitas, ekonomi masyarakat yang kuat, pelestarian budaya, dan lingkungan yang terjaga harus menjadi bagian dari pembangunan yang saling mendukung.

“Pendidikan yang baik melahirkan pengusaha yang tangguh, masyarakat yang berbudaya menjaga alamnya dengan bijak — semuanya bermuara pada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Melalui empat pilar tersebut, BAJA menyatakan komitmennya untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan rakyat, khususnya di wilayah Jawa Barat.

BAJA Perkuat Gerakan Kebangsaan dan Kebudayaan

Barisan Jaga Indonesia Raya merupakan organisasi kemasyarakatan yang mengusung semangat kebangsaan, pelestarian budaya, serta penguatan kepedulian sosial dan lingkungan.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan, BAJA dipimpin oleh Ketua Umum Wawan Sanjaya, S.Ikom., S.H., M.H. Organisasi ini juga mengembangkan sejumlah wadah dengan fokus kegiatan berbeda, yakni BAJA Indonesia Raya sebagai organisasi utama, BAJA Raya Nusantara yang berbentuk yayasan untuk kegiatan sosial, serta BAJA Nusantara yang berfokus pada kebudayaan, sejarah, dan pelestarian nilai-nilai luhur.

Dalam perkembangannya, BAJA disebut telah melantik 40 pengurus pusat di Hambalang, Kabupaten Bogor, pada 18 Oktober 2026. Organisasi tersebut juga menyampaikan bahwa mereka memiliki sekitar 5.000 anggota aktif dengan struktur di 12 provinsi, serta tengah memperluas jaringan hingga tingkat kabupaten/kota dan kecamatan.

Salah satu program awal yang diperkenalkan adalah BAJA Sowan, yakni kegiatan silaturahmi dengan para sesepuh, budayawan, dan tokoh daerah sebagai upaya memperkuat hubungan antargenerasi serta menggali nilai-nilai kearifan lokal.

Dengan empat pilar yang diusung, BAJA berharap dapat mengambil bagian dalam memperkuat karakter kebangsaan sekaligus mendorong pembangunan yang berkelanjutan. Implementasi nyata melalui program pendidikan, pemberdayaan UMKM, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan akan menjadi bagian penting untuk mengukur kontribusi organisasi tersebut bagi masyarakat Jawa Barat.

(Jaka)

Penulis