Daerah

Moh. Ikhwan Syahtaria: Kepemimpinan bukan semata-mata tentang jabatan atau kewenangan 

16
×

Moh. Ikhwan Syahtaria: Kepemimpinan bukan semata-mata tentang jabatan atau kewenangan 

Sebarkan artikel ini
Moh. Ikhwan Syahtaria: Kepemimpinan bukan semata-mata tentang jabatan atau kewenangan 

Moh. Ikhwan Syahtaria: Kepemimpinan bukan semata-mata tentang jabatan atau kewenangan 


BEKASI, KABARNUSA24. COM || Persoalan fundamental yang dihadapi Kota Bekasi saat ini tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyangkut integritas moral kepemimpinan serta kemampuan masyarakat dalam menghadapi perubahan sosial yang semakin dinamis dan kompleks.
Hal tersebut menjadi salah satu pesan penting dalam kegiatan Pembinaan kpd Anggota Paskibraka dan Purna Paskibraka Kota Bekasi yang mengangkat tema Kepemimpinan dan Etika Komunikasi, Jumat (30/10/2026).

Foto: kegiatan Pembinaan kpd Anggota Paskibraka dan Purna Paskibraka Kota Bekasi. Jum'at (30/10/26).

Materi tersebut disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. H.M. Ikhwan Syahtaria, S.T., S.E., M.M., Laksamana Pertama TNI (Purn), yang juga merupakan dosen Pascasarjana Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI).

Kepemimpinan bukan semata-mata tentang jabatan atau kewenangan, melainkan juga menyangkut keteladanan, dan kemampuan berkomunikasi, serta keberanian mempertanggung-jawabkan setiap keputusan dan tindakan.

Selain sebagai akademisi dan purnawirawan TNI, H.M. Ikhwan Syahtaria juga dikenal sebagai Ketua Umum Alfarasi (Aliansi Forum Aspirasi Rakyat Bekasi) Bekasi Raya.

Moh. Ikhwan Syahtaria: Kepemimpinan bukan semata-mata tentang jabatan atau kewenangan 
Foto : kegiatan Pembinaan kpd Anggota Paskibraka dan Purna Paskibraka Kota Bekasi. Jum’at (30/10/26).

Melalui kegiatan tersebut, harapannya nilai-nilai kepemimpinan yaitu keteladanan dan etika komunikasi dapat menjadi bekal bagi generasi muda dalam mengantisipasi perkembangan masa depan, menghadapi tantangan perubahan sosial baik di tingkat nasional maupun internasional serta sekaligus bisa berkontribusi positif bagi pembangunan Kota Bekasi.

Integritas, kepekaan sosial, dan budaya berpikir kritis menjadi modal penting agar masyarakat tidak sekadar menjadi penonton perubahan, tetapi mampu mengambil peran menjadi pelaku secara kreatif dan bertanggung jawab.***

(Red)

Penulis