Daerah

Bupati Lampung Utara Hadiri Seminar Dan FGD Hilirisasi Ubi Kayu Di Universitas Muhammadiyah Kotabumi Dari Potensi Lokal Menjadi Nilai Tambah Eķonomi

1
×

Bupati Lampung Utara Hadiri Seminar Dan FGD Hilirisasi Ubi Kayu Di Universitas Muhammadiyah Kotabumi Dari Potensi Lokal Menjadi Nilai Tambah Eķonomi

Sebarkan artikel ini
Bupati Lampung Utara Hadiri Seminar Dan FGD Hilirisasi Ubi Kayu Di Universitas Muhammadiyah Kotabumi Dari Potensi Lokal Menjadi Nilai Tambah Eķonomi

Bupati Lampung Utara Hadiri Seminar dan FGD Hilirisasi Ubi Kayu di Universitas Muhammadiyah Kotabumi
Dari Potensi Lokal Menjadi Nilai Tambah Ekonomi

Lampung Utara,||Kabarnusa24.com 24 Juni 2025 —
Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., menghadiri dan membuka Seminar serta Forum Group Discussion (FGD) bertema “Paradoks Kelimpahan dan Solusi Alternatif” yang digelar di Universitas Muhammadiyah (UM) Kotabumi. Acara ini mengangkat isu strategis tentang hilirisasi ubi kayu, sebagai komoditas unggulan yang berlimpah di Kabupaten Lampung Utara.

Dalam sambutannya, Bupati Hamartoni menekankan bahwa ubi kayu memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, namun selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Ubi kayu sebagian besar masih dijual dalam bentuk bahan mentah, tanpa melalui proses pengolahan lanjutan yang bernilai tambah.

> “Lampung Utara adalah salah satu daerah penghasil ubi kayu terbesar. Namun potensi ini bisa menjadi sia-sia jika tidak kita kelola secara modern dan terintegrasi. Hilirisasi adalah jalan menuju pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat,” ujar Bupati.

Hilirisasi ubi kayu menjadi kunci transformasi ekonomi daerah, dengan mengolah komoditas mentah menjadi produk turunan seperti tepung tapioka, mocaf, bioetanol, gula cair, bahkan produk farmasi dan biodegradable. Model seperti ini telah berhasil diterapkan di beberapa daerah lain dan terbukti meningkatkan pendapatan petani, memperluas pasar, serta menciptakan lapangan kerja baru.

BACA JUGA:  Jaga Kondisi Kamtibmas Jelang Kunker Presiden, Polres Lampung Utara Gelar Patroli Lampung Utara || Kabarnusa24.com- Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang Kunker Presiden Prabowo Subianto, Polres Lampung Utara bersama TNI melaksanakan kegiatan patroli KRYD, Minggu dini hari, (26/10/25). Kegiatan tersebut diawali dengan apel persiapan yang berlangsung di halaman Polsek Kotabumi Utara yang di pimpin oleh Kabag Ops Polres Lampung Utara Kompol Firmansyah. Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan melalui Kabag Ops Kompol Firmansyah menjelaskan, sasaran kegitan meliputi lokasi rawan tindak pidana seperti pencurian, perkelahian, dan balapan liar. Pengendara kendaraan bermotor yang tidak melengkapi surat-surat dan kelompok masyarakat yang beraktivitas hingga larut malam. "Patroli gabungan ini sebagai deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan menjelang kedatangam Presiden Prabowo Subianto di Lampung Utara," ujarnya. Selama kegiatan berlangsung, situasi kamtibmas terpantau aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya kelompok masyarakat yang melakukan aktivitas mencurigakan maupun tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan. "Kegiatan KRYD ini menjadi bagian dari upaya Polres Lampung Utara untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif dan masyarakat merasa aman dalam menyambut momentum nasional," katanya. (Ris/Arson)

Dalam konteks nasional, Kementerian Pertanian juga telah menetapkan ubi kayu sebagai salah satu komoditas yang mulai mendapatkan subsidi pupuk dan benih. Hal ini memberikan angin segar bagi penguatan produktivitas di tingkat hulu, yang selanjutnya perlu didukung oleh strategi hilirisasi di tingkat daerah.

Seminar dan FGD ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, antara lain:

Dr. Gatot Supangkat, S.MP., IPU., ASEAN Eng.
Ir. Surono Danu
Dr. Irawan Suprapto, M.Pd.

Para pakar ini membahas berbagai aspek hilirisasi, mulai dari kebijakan, teknologi, rantai pasok, hingga skema kemitraan antara petani, pelaku usaha, dan pemerintah.

> “Kita butuh regulasi yang mendukung, seperti standarisasi mutu produk, insentif investasi, serta kemudahan perizinan di sektor agroindustri,” kata Dr. Gatot Supangkat.

FGD menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain:

1. Mendorong regulasi daerah yang mendukung investasi industri pengolahan ubi kayu.

2. Memperkuat kemitraan petani–pabrik melalui model contract farming dan koperasi tani.

3. Meningkatkan produktivitas petani melalui subsidi benih dan pupuk, serta pelatihan teknologi pasca-panen.

4. Membangun pusat hilirisasi berbasis kawasan industri atau BUMDes.

5. Diversifikasi produk olahan untuk pasar lokal, nasional, bahkan ekspor.

Bupati Hamartoni menyambut baik hasil diskusi tersebut dan berkomitmen akan menindaklanjuti melalui kebijakan daerah dan sinergi dengan dunia akademik serta pelaku industri.

> “Pemerintah daerah akan mendorong kemudahan perizinan, insentif fiskal, serta pembukaan akses pasar agar industri hilir ubi kayu bisa tumbuh cepat dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Acara ini menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem hilirisasi yang berkelanjutan. Dengan potensi lahan yang luas dan produksi ubi kayu yang melimpah, Lampung Utara berpeluang besar menjadi salah satu pusat agroindustri berbasis singkong di Indonesia.

Melalui langkah konkret seperti ini, diharapkan Lampung Utara tidak hanya menjadi penghasil komoditas mentah, tetapi juga menjadi daerah yang mampu memproses, mengelola, dan memasarkan hasil pertaniannya secara bernilai tinggi dan berdaya saing.
(Empu/Arson)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin