Bekasi, 9 Juli 2025 – Media Kabarnusa25.com
Banjir kembali melanda wilayah utara Kabupaten Bekasi setelah selama sepekan terakhir diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Luapan sungai-sungai besar seperti Sungai Citarum dan Sungai Ciherang menyebabkan hampir seluruh areal persawahan dan pertambakan di kawasan ini terendam banjir.
Para petani mengaku merugi karena sawah mereka yang sudah ditanami padi terendam air. Sementara di kawasan tambak, air meluap hingga menembus tanggul-tanggul, menyebabkan ikan-ikan tambak terbawa arus dan air tambak berubah menjadi tawar.
Menurut Baba Oding, salah satu petani tambak asal Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muaragembong, kejadian banjir kali ini di luar dugaan.
“Seharusnya bulan ini sudah masuk musim timur, biasanya air tambak sudah asin. Tapi karena hujan terus menerus, air tambak jadi tawar. Tambah parah lagi sekarang kebanjiran. Tahun ini kami dua kali kena musibah banjir,” ujar Baba Oding, Selasa (9/7).
Ia menyebut, kondisi ini sangat memukul para petani tambak yang sudah menebar benih ikan sejak beberapa bulan lalu. Banyak dari mereka mengalami kerugian karena ikan hanyut terbawa arus banjir.
Wilayah Muaragembong dan sekitarnya memang dikenal sebagai daerah rawan banjir saat curah hujan tinggi. Pemerintah daerah diharapkan segera turun tangan untuk memberikan bantuan dan solusi jangka panjang, agar kejadian serupa tidak terus berulang dan merugikan para petani.
DRY







