KabarNusa24.com || Bekasi – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cabangbungin di pelosok utara kabupaten Bekasi, yang berada di lingkup wilayah administrasi kecamatan Cabang Bungin, kabupaten Bekasi, kini menjadi sorotan karena banyaknya permasalahan-permasalahan yang terjadi baik di internal kepegawaian, sistem manajemen, maupun permasalahan terhadap pelayanan publik di masyarakat.
Hal ini sangat kontras dengan iklan-iklan inovasi yang selalu dibuat dan disebarkan oleh pihak manajemen RSUD Cabang Bungin, yang seolah menjadi ciri khas dan identitas bagi RSUD Cabang Bungin dengan slogan “Rumah Sakit Berorientasi Pada Pelayanan (RUSA BERLIAN)”.
Syamsul Rizal, Tokoh pemuda Cabang Bungin dan ketua Gerakan Masyarakat Cabang Bungin (GMC), berkomentar bahwa publik dan masyarakat sangat bertanya-tanya karena antara iklan-iklan inovasi manis yang dibuat RSUD Cabang Bungin tapi realita dan fakta di lapangan sangatlah berbeda.
“Inilah yang membuat publik dan masyarakat bertanya-tanya, karena antara iklan-iklan inovasi manis yang di buat RSUD Cabang Bungin tapi realita dan fakta nya di lapangan sangatlah berbeda yang malah justru menunjukan hal sebaliknya,” ujar Syamsul Rizal.
Rentetan masalah-masalah yang terjadi di RSUD Cabang Bungin termasuk korban dugaan malapraktek yang berakibat pecah bola mata dan mengalami buta mata permanen yang dialami pasien bernama Bayu Fadillah, korban dugaan malapraktek tindakan operasi bedah perut secara terselubung tanpa izin dan persetujuan pasien dan keluarga yang berakibat sakit dan trauma korban dan sampai saat ini pun belum ada pertanggung jawabannya pasien tersebut atas nama Dwi Pratiwi, kemudian pelecehan seksual kepada pasien perempuan oleh oknum dokter RSUD di tempat praktek kerja nya seperti yang dialami korban bernisial (M) yang sekarang sedang berjalan proses hukum nya di kepolisian, lalu dugaan korban pelayanan buruk pasien luka yang tidak di tangani sehingga kaki nya membengkak dan membusuk yang terpaksa di ambil paksa oleh keluarga dan hingga saat ini masih di rawat di salah satu klinik di Sukatani pasien atas nama Didi.
Kang Obay, Sekjen LSM PEDULI KEADILAN (PEKA), juga berkomentar bahwa iklan-iklan inovasi RSUD Cabang Bungin merupakan kebohongan publik.
“Ini jelas merupakan kebohongan publik, direktur Rsud ini dr. Erni Herdiani menurut saya bukan lah seorang Leader atau pemimpin yang baik, apalagi di tugasi untuk membawahi lembaga sebesar Rsud cabang Bungin,” ujar Kang Obay.
“Mindset dr. Erni ini bukan lah seorang pemimpin tapi lebih pantas di sebut seorang MARKETING. Harus nya fokus bagaimana tata kelola manjemen internal yang baik, bagaimana pelayanan kepada publik secara nyata, pandai merangkul dan penuh etika sosial terhadap masyarakat.” sambungnya.







