Daerah

Musyawarah Rembuk Stunting di Desa Banjar Wangi Berjalan Lancar

0
×

Musyawarah Rembuk Stunting di Desa Banjar Wangi Berjalan Lancar

Sebarkan artikel ini
Musyawarah Rembuk Stunting di Desa Banjar Wangi Berjalan Lancar

Musyawarah Rembuk Stunting di Desa Banjar Wangi Berjalan Lancar

Di Kecamatan Kotabumi Utara, Lampung Utara || Kabarnusa24.com – Rabu, 5 Agustus 2025

Pemerintah Desa Banjar Wangi, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara, menggelar kegiatan Musyawarah Rembuk Stunting sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan angka stunting di wilayah desa. Acara berlangsung di Balai Desa Banjar Wangi dan berjalan dengan lancar serta penuh antusiasme dari para peserta.

Rembuk stunting merupakan forum musyawarah di tingkat desa yang bertujuan untuk membahas, merencanakan, dan menetapkan komitmen bersama dalam pencegahan dan penanganan stunting. Stunting sendiri adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, antara lain Kasi Pembangunan Kecamatan Kotabumi Utara, Tomy, yang hadir mewakili Camat, Kepala Desa Banjar Wangi Mudasir, Ketua BPD Haikal, Pendamping Desa Eka, serta tokoh masyarakat dan unsur kelembagaan desa lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Mudasir menegaskan pentingnya rembuk stunting sebagai wadah membangun kesadaran dan sinergi antar pihak untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak di desa. Rembuk ini juga digunakan sebagai forum penyusunan rencana aksi kegiatan konvergensi stunting, termasuk penyusunan intervensi gizi terpadu.

Di sela kegiatan, Ketua BPD Haikal menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi bangunan Balai Desa Banjar Wangi yang dinilai sudah tidak layak dan membahayakan. Ia mengusulkan agar gedung segera direhabilitasi demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat yang memanfaatkan fasilitas tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kades Mudasir menyatakan dukungannya penuh terhadap usulan tersebut dan menegaskan bahwa renovasi balai desa harus direalisasikan tahun depan. Namun, ia juga menjelaskan bahwa alokasi Dana Desa (DD) tahun ini terbatas dan sebagian besar telah terserap untuk penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) COVID.

Mendukung pernyataan tersebut, Tomy dari pihak kecamatan menyampaikan apresiasinya terhadap rencana pembangunan tersebut. Ia mendorong pemerintah desa untuk menyusun proposal resmi yang kemudian akan diteruskan ke tingkat kecamatan dan dilanjutkan ke bagian Pemerintahan Desa (Pimdes) Kabupaten.

Melalui rembuk ini, diharapkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya menurunkan angka stunting semakin meningkat. Dengan koordinasi yang kuat, serta dukungan dari berbagai pihak, Desa Banjar Wangi optimis dapat mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting.

(Arsonedi)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin