BeritaDaerahFilosofiKesehatanLingkunganPendidikan

Guna Meningkatkan Kesadaran Lingkungan, Mahasiswa UNIMAL Buatkan Plang Sampah Edukatif

12
×

Guna Meningkatkan Kesadaran Lingkungan, Mahasiswa UNIMAL Buatkan Plang Sampah Edukatif

Sebarkan artikel ini
Guna Meningkatkan Kesadaran Lingkungan, Mahasiswa UNIMAL Buatkan Plang Sampah Edukatif
Oplus_131072

Blang Pulo (Aceh), Kabarnusa24.com – Sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 17 Universitas Malikussaleh (UNIMAL) membuat plang sampah edukatif di Desa Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Kabupaten/ Kota Lhokseumawe.(15/8/2025).

Plang ini berisi pemberitahuan jangka waktu berapa lama sampah anorganik bisa terurai, seperti plastik, kaca, logam, karet, kertas, dan lain-lain. Pemberitahuan tersebut dipasang pada titik strategis yaitu pada tempat pembuangan sampah di halaman Masjid Al Munawwarah, Blang Pulo. Tujuannya adalah untuk mengingatkan warga agar tidak membuang sampah sembarangan
karena jangka waktu lama sampah tersebut terurai yang dapat mempengaruhi kehidupan
generasi selanjutnya, sekaligus mendorong budaya hidup bersih dan sehat.

Kepada Kabarnusa24.com, saat dikonfirmasi Wakil Ketua Kelompok 17 KKN UNIMAL, Ahdi Zikri, menjelaskan bahwa pembuatan plang ini
merupakan salah satu program kerja unggulan mereka. “Kami ingin mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan. Melalui plang edukatif ini, harapannya bisa menjadi pengingat sekaligus motivasi untuk menjaga kebersihan,” ujarnya.

Pemasangan plang ini mendapat apresiasi dari kepala desa setempat, yang menyatakan bahwa
inisiatif mahasiswa KKN sangat membantu dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan di
masyarakat.

Dosen Pengawas Lapangan KKN, Ferdy Saputra, ikut mengapresiasi program tersebut bahwa
pembuatan plang ini sangat selaras dengan aturan agama yaitu kebersihan sebagian dari iman.
“Dengan adanya plang ini, kami berharap bisa mengurangi kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan dan bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat, harapannya program ini tetap dilanjutkan oleh mahasiswa setelah selesai mengabdi KKN nantinya.” tambah Ferdy Saputra.

Program ini diharapkan tidak hanya berhenti selama masa KKN, tetapi dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat dan pemerintah setempat demi terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.***

Sum : Baktiar/Syakira

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin