Opini

Gerakan Nurani Khalifah Jadi Nurani Kebangsaan

1
×

Gerakan Nurani Khalifah Jadi Nurani Kebangsaan

Sebarkan artikel ini
Gerakan Nurani Khalifah Jadi Nurani Kebangsaan

Oleh : Sutriachol Haris, Lc.

Kabarnusa24.com,- Dimulainya gerakan yang paling dasar dalam dasar jiwa manusia (basyariyah) secara hakikatnya adalah dan sekaligus memiliki peran esensial resposibility yakni ada tiga pokok unsur.

Pertama ketika anak bangsa mendemontrasikan akan aspirasi rakyat kekinian dan unek-unek kontemporer modern kenegaraan.

Paling awal adalah pada sisi menerima lewat akan kadar pendengaran (السمع) Bagaimana semua dapat mendengar dari fungsi pokok utama telinga, sebagaiamana makna dijadikan nya pendengaran itu sendiri yakni termasuk dalam kategori level mendengar perkataan atau omon-omon itu, lalu masyarakat dengan pendengarannya itu sejalan seiring berbarengan mengikuti langkah yang dapat melahirkan kebijakan-kebijakan baik walau tidak populer. Saleh individual, saleh sosial, saleh jati diri bangsa atas seluruh kebijakan dan kebajikan bagi bangsa tersebut mesti bersamaan implementasi yang terbaik dari para pemimpinnya. Dengan itu masyarakat sekaligus dapat membaca lingkungan kebangsaan yang nyata hadirnya omon-omon atau mengatakan akan hal namun tidak menjelma dilakukannya. Maka itu lahirlah dan pertama dalam sejarah Bhineka Tunggal Ika rumah – rumah individu dijarah.

Kedua adalah pandangan (البصر) memandang atau melihat, berteori atas apa yang dilihat pada sisi aspek kehidupan berkebangsaan dan berkenegaraan sekaligus bersamaan nilai etic nya. Akhir -akhir ini adalah lahirnya pemantik aksi demo ricuh dari arah kebijakan Pemerintah yang dianggap sisi aspek akumulasi yg melintang. Tak heran pasca demontrasi massa Agustus kemarin langsung mendapat tanggapan dari pucuk Pemerintahan RI. “Keluhan Masyarakat Akan Kami Catat dan Tindak Lanjuti” Prabowo Subianto, Jumat (29/8/25), Kompas.com.

Beda hal nya apa yang terjadi atas yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada Selasa, Running Text TV One (09/9/25). Bahwa : “Prabowo Menyatakan Seluruh Program Tanpa Hambatan”.

Intruksi atau himbauan Presiden RI semacam ini dirasa sempit dan kurang sensitif. Karena tidak seluruh aturan global akan semua birokrasi umum yang ada. Justru masih banyak toh, selama bisa diperlusit napa dipermudah. Hal Ini masih banyak terjadi di K/L pusat dan daerah. Hal ini menjadi PR besar mengevaluasi sekaligus mereformasi niat bagi pembangunan bangsa dari segala aspek semua nuraninya.

Ketiga yakni Hati atau Nurani (الفوأد)
Dengan pergerakan hati atau nurani akan jiwa, nurani akan bangsa, nurani akan partai atau nurani apapun. Karena sejatinya setiap makhluk memiliki nurani dan sebaik nurani adalah hati nurani manusia. Hanya hati ia telah sanggup dapat menerima segala nya. Contoh nya adalah hati dapat menerima Wahyu Tuhan yaitu Alquran. Maka langkah yang ditentukan oleh sifat saleh Ketuhanan menjelma berkepribadian, berkebangsaan baik dimulai pada level pendengaran atau penglihatan, maupun pada sisi level hati, semua itu gerakan pendengaran nya, gerakan penglihatan nya, gerakan nurani nya, memiliki responsibility penuh dan peka pertanggung jawaban. Sebagaimana hal nya terlebih pada sumpah pertanggung jawaban Presiden RI. Setiap manusia adalah Presiden dan Setiap Presiden adalah Manusia. Artinya untuk damai dalam berbangsa dan bernegara semua kita miliki tanggung jawab sama, terlebih bagi seorang pemimpin.

Semoga Tuhan membimbing menjadikan apa yang dituntut 17+8, baik Presiden, dan demi bangsa nya telah ucap dapat dibarengi sikap, dan pasca bersikap tentulah mesti dibarengi ketulusan. Itulah “ijabah” namanya. Gemah ripah loh jinawi repeh rapih. Baldatun Tayibatun Warabun Ghafur. Wallahu A’lam.

Tangerang, 13 September 2025.

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin