Opini

Demokrasi dan Pemilu Gila

1
×

Demokrasi dan Pemilu Gila

Sebarkan artikel ini
Demokrasi dan Pemilu Gila

Oleh : Sutriachol Haris, Lc

Kabarnusa24.com,- Ketika Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan. Bung Yusril Ihza Mahendra menyampaikan (dua pekan lalu lebih kurang di podcast Akbar Faizal) bahwa kita harus bervisi UU pemilu ini bukan lagi pada tugas dan peran lembaga seperti DPR tapi lebih kepada peningkatan kualitas anggota DPR nya.

Memang benar bahwa di dunia ini baru ada satu sistem pemilu katakan yaitu yang hanya baru nama, yang bernama “Demokrasi”. Belum saja ada kajian atau sains di dunia manapun yang dapat menyamai hal demokrasi itu sendiri sehingga dengan demikian ada perbandingan, paling tidak semua hal itu tak menjadi sesuatu yang menghantui hingga hari ini menjadi sebuah ke khawatiran sangat berat, di mana dahulu selain juga di protes hal itu oleh para Malaikat kepada Rabb akan khalifah dan sistemiknya di muka bumi.

Apa itu yang terjadi ketika Rabb hendak akan menciptakan sang para khalifah di muka bumi ini, agar senantiasa damai rukun tak merusak apalagi sampai terjadi pertumpahan darah satu sama lain sesama anak Adam selaku manusia dengan sistem dan cara Demokrasi atau cara apapun. Karena semua itu kembali kepada ikhtiar putusan tangan – tangan manusia untuk berbuat senantiasa menciptakan perdamaian, bukan saja yaitu agar semua manusia dapat menghargai jenis pada jerih upaya dan bukan hanya pada hasil nya saja.

Kualitas pemilu dengan sistem demokrasi di republik ini khususnya dengan pilihan langsung atau luber ini bagaimana satu sama lain pihak terintegrasi padu padan satu kekuatan menciptakan pemilu agar tak menjadi gila.

Alkisah untuk dapat mengambil pelajaran menjabarkan ketika tahun 2014 saat itu hadirnya Pemilu Pilpres di mana saat itu beberapa Capres, panas bertarung raih suara rakyat. Apa yang terjadi misalnya pada Capres 2014 seperti Capres Prabowo Hatta Rajasa.

Ketika itu, ada agenda safari politik Capres Prabowo Hatta Rajasa, dan Tim seperti Marzuki Alie dkk. Ketika itu datanglah hari Jumat tahun 2014 kedatangan mereka ke salah seorang Habib berinisial L niat untuk sowan dan minta dukungan sekaligus keliling pulau Jawa sebut saja saat itu mampirlah terlebih dahulu ke Pekalongan.

Para tetamu – tamu itu tersebut di jamu lah seperti PS,Capres. HR, Cawapres. MA, Ketua DPR RI kala itu, DKK diterima oleh Habib L Pekalongan di kediamannya. Ada pemilu gila di mana penulis tak habis pikir mendengar nya dari putra angkat MA itu berinisial SM yang turut membersamai hadir dalam jumpa tersebut mengatakan, bahwa Habib L ini siap dukung se Indonesia dengan loyalitas orang – orang pengikutnya agar dapat turut serta memenangkan pada Pemilu Capres 2024 yakni ke Prabowo Hatta asalkan ada uang waktu itu Habib L Pekalongan memintanya kurang lebih 200 Miliar Rupiah. Namun permintaan itu kandas tak di sanggupi Prabowo Hatta dan Timsesnya. Al akhir wal hasil sekarang Habib L itu tak lagi ada di lingkaran Istana seperti era rezim sebelumnya. Namun patut kita soroti dan patut kita lihat kinerja nya di mana seperti M Qodari sekarang selaku Kepala Staf Presiden yakni ini nampak jelas atas dorongan atau titipan MA Mantan Ketua DPR RI itu kepada Prabowo Subianto.

Kembali di tahun 2014 andai disanggupi iya oleh Prabowo Hatta waktu itu dengan anggaran pantastis gila sebut saja Money Politik ke Habib L uang untuk memenangkan pemilu, apa yang terjadi, apakah bisa jadi Jokowi JK boleh jadi kalah dalam pertempuran Capres 2024 tersebut. Karena ada yang menarik di sini permintaan 200 M oleh Habib L Pekalongan ke Prabowo Hatta pupus, ini jangan – jangan waktu itu Capres sebelah sebut saja Jokowi JK menyanggupi atas permintaan Habib L yang sama nilai nominalnya sebagaimana diminta ke Capres Prabowo Hatta sama, misalnya.

Ketika Habil L selanjutnya membersamai masuk ke Istana duduk bareng bersama Capres yang menang suaranya, periode ke dua yakni tak lain dan tak bukan yaitu rivalitas dari Prabowo Hatta lalu. Dan Habib L satu periode menjadi salah satu Anggota Dewan Pertimbangan Presiden.

Berarti siapapun leader nya ketika pemilu gila ini terus menerus uang dan uang dan kemudian lagi – lagi uang artinya betul juga seperti sabda atau firman nya “Steve Jobs” yang berbunyi :

” If Yoa Want To Make Everyone Happy Dont Be a Leader. Sell Ice Cream”. Artinya Yakni Ketika Bila Anda Berkehendak Ingin Menyenangkan Semua Orang, Jangan Jadi Pemimpin. Tapi Cukup jualan Es Cream sajalah.

Akhirannya bermodalkan doa dari rakyat Indonesia semua, semoga bangsa dan negara ini senantiasa selalu di pimpin oleh para pengabdi sejati kepada Rabb Tuhannya demi bangsa dan negara. Bukan sebatas menjalankan tugas apalagi dengan alasan atas nama rakyat lalu ia pelampiaskan nafsu syahwat nya. Saleh dirinya, saleh sosialnya sa’adah keluwesan bangsa negara kesatuan dan persatuan Republik Indonesia.

Tanggerang, 27 September 2025.

(Red)

Penulis

Jurnalist: Dewi Apriatin