Oleh : Sutriachol Haris, Lc
Kabarnusa24.com,- Ketika datang dan hadirnya Ketua MPR RI Ahmad Muzani di acara Munas ke-2 JATTI di Hotel Paragon Jakarta sempat menjadi buah bibirnya Ahmad Muzani yakni Mengkeritisi tentang Munas JATTI tersebut yang di selenggarakan di Hotel Paragon yang jauh dari warung makan, dan lain hal alasan tutur Ahmad Muzani. pada Sabtu (27/9/25).
Terusterang ketika tahun 2019 dan tahun 2024 saat itu Pilpres di Indonesia tengah berlangsung dan penulis ketepatan membersamai tiga orang tamu dari OKI sebagai Tim Peninjau Pilpres “International Election Observer”.
Di Hotel Paragon yang sama itu kami sempat sebatas makan jamuan malam dengan nasi merah di lantai dasar, maklum lah lantai paling dasar tak ubahnya sama seperti ada Mall di Hotel-hotel lain nya, Kala itu.
Ketika penulis pun dapat hadir di acara JATTI kami bertiga bareng teman asal Banten sebut saja namanya Dam dan Dim, kami sebetulnya bertiga dalam 1 kamar Hotel. Dan ketika datang malam hari kami mencoba cari makan malam di luaran Hotel, karena tak sedikit diantara kita jenuh dengan jamuan menu makan ala Hotel, akhirnya kami jumpai warung makan bebek goreng Lamongan yang tak jauh dari Hotel tersebut dan kami putuskan untuk makan malam di warung lesehan ala Lamongan.
Setelah usai kami bertiga makan malam kami putuskan untuk tak makan malam di Hotel lalu kami bertiga setelah nya melaju ke tempat salah satu Coffe dan kami bertiga duduk-duduk malam sambil bersantai cakap ria sambil menunggu pesanan minuman yang kani pesan datang.
Setelah itu waktu menunjukan sudah malam sekitaran jam 11 malam, dua rekan kami sempat nongkrong untuk sekedar merokok sebentar sambil beli air minum di salah satu super market sebelah Hotel Paragon tersebut sambil kami bertiga memutuskan untuk balik ke Hotel agar bisa istirahat. Namun pikiran kami berubah setelah berada di dalam lift Hotel, kami mencoba mencari tahu sebut saja untuk study kasus, yakni kami mencoba cari tahu di lantai 5 Hotel itu yang tertulis ada tersedia Karaoke.
Di lantai 5 itu kami bertiga mencoba masuk dan di pintu masuk setelahnya ada pemeriksaan ketat security di pintu masuk Karaoke tersebut. Setelah masuk kami berdua ditanya banyak hal oleh CS (customer service) karena ada satu teman kami yang bernama Dam tak berani masuk dan ia balik ke kamar Hotel. Dan setelahnya akhirnya kami berdua saja tinggal penulis dan Dim, kami berdua mencoba untuk cari tahu kamar-kamar Karaoke yang begitu banyak dan berkelas-kelas. Kami masuk ke satu kamar Karaoke yang kamar Karaoke yang luas nya sekitaran 4X7 M2. Dan luasnya kebih besar kamar yang lain nya tergantung kelas.
Setiap satu kamar itu dengan satu perempuan dihargai include minuman sekitaran 3 Juta Rupiah, hingga batas jam 5 pagi dini hari. Ketika kami cakap saat itu waktu menunjukan pukul 11 malam. Dan perempuan-perempuan itu dikontes milih bebas satu dari banyak jenis perempuan Pemandu Karaoke mulai yang berkulit putih bermata sipit hingga model-model lain yang menarik dan cantik lagi sexy tentunya, dan besarnya kemungkinan Karaoke plus-plus. kata security pada Karaoke itu.
Setelah kami melihat banyak orang-orang sudah booking tak jauh di kamar sebelah kami, lalu kami sampaikan ucapan terimakasih pada security yang sudah memberi penjelasan dan menunjukan satu persatu kamar Karokean tersebut.
Akhirya kami berdua mencoba turun ke bawah loby Hotel. Di loby Hotel tersebut kami cakap ngobrol banyak hal di lantai dasar termasuk ada satu security setelah kami jumpai dan tanyakan tentang sampingan kerja nya sebut saja yaitu security tersebut menyiapkan PSK-PSK Pekerja Seks Bebas komersial yang bervariatif harga dan jenis model serta usia muda menentukan tinggi harga tarif kencan, semakin muda maka semakin relatif mahal. Saat itu securty Hotel tersebut memperlihatkan banyak gambar foto perempuan yang tinggal tunjuk sesuai selera dan harga. Dalam pepatah Betawi kamu jual saya beli. Namun ini dalam hal bahaya dan dosa.
Waktu itu ada satu gambar foto yang coba kami tanyakan yakni rata-rata satu orang perempuan Pekerja Seks untuk lama waktu dua jam kencan sekitaran 500, 000 hingga 700.000 Rupiah. Itu lain bila satu malam maka tarifnya pasti beda.
Setelah waktu menunjukan jam 2 dini hari kami berdua, penulis dan Dim, mencoba untuk jalan kaki sekitaran Hotel Paragon lumayan jauh ke arah selatan hampir 1 Kilo Meter lebih kami jalan. Di Hotel Mercure kami dapati laki-laki dan laki-laki itu mencoba menawarkan Perempuan Seks bebas hampir sama dengan apa yang ditawarkan security di Hotel Paragon tadi, dari mulai harga sampai lama nya jam main.
Laki laki itu terintegrasi jejaring dengan jaringan laki-laki lain di luar sana dengan sistem Mobile. artinya tiga atau sampai empat perempuan Pekerja Seks bebas setelah di kontak langsung oleh wasilah dan datang dengan kendaran roda empat. Mereka di datangkan dan bisa dipilih didalam mobil lalu setelah oke maka bisa langsung bawa dan checkin hotel.
Waktu menunjukan jam 3 dini hari. Akhirnya kami berdua naik Bis TJ (Trans Jakarta) dan langsung ambil ke arah jurusan Blok M. Setelah 20 Menitan kami tiba dan di sekitaran Haltel Bus TJ Blok M begitu banyak berjejer PSK. Kami mencoba ngobrol dengan satu PSK dari asal Indramayu, ia sebut saja Ayu, nama samaran. Ayu menawarkan untuk sekali kencan atau satu kali maen 150 Ribu Rupiah belum termasuk harga booking Hotel. Perempuan PSK itu berjejer di Blok M sekitaran usia 25 hingga 30 an tahun.
Dari Paragon Hotel include Karaoke dari harga 3 Jutaan bahkan lebih, tergantung kelas. hingga 700 Ribu Rupiah untuk selama dua jam kencan, sampai kami telusuri hingga Blok M sampai di dapati harga terendah 150 Ribu Rupiah.
Bagaimana kisah karya sastra klasik anda jalan malam-malam di Jakarta Mero Politan. Jakarta Malam sumber inspirasi dari uji nyali keimanan hingga study kasus birahi, sejalan langkah akan bertambah keimanan seiring di dapati tambah nya akan pengetahuan.
Bagaimana dengan Pemerintah dalam gawe dan tanggap akan peristiwa semacam ini, bukan saja di Jakarta, juga di Sarkem Yogyakarta misalnya, dan hingga kota-kota besar seterusnya. !?
(Red)







